Begini jadinya jika hijab dan fashion lolita bertemu

Kombinasi antara hijab dan fashion semarak khas lolita kini mulai populer di kalangan remaja.

Tantri Setyorini
Oleh Tantri Setyorini - Reporter
Begini jadinya jika hijab dan fashion lolita bertemu
Ilustrasi hijab lolita. ©2015 Merdeka.com/Alyssa Salazar

Kamu mungkin sudah akrab dengan lolita, subkultur populer di Jepang yang ditandai dengan gadis-gadis berpakaian feminin seperti boneka dari era Victoria.Belakangan ini subkultur lain yang berakar dari lolita muncul dan mulai populer, yaitu hijab lolita. Bisa dibayangkan dari namanya, itu merupakan kombinasi antara hijab dan fashion semarak khas lolita.Subkultur ini dipopulerkan oleh Alyssa Salazar, fashion blogger muslim yang dikenal sebagai "The Hijabi Lolita". Salazar yang seorang mualaf menuai ketenaran berkat halaman Tumblr-nya, di mana dia mengunggah foto-fotonya dalam balutan rok berenda dan aksesoris serba imut khas lolita. Sejauh ini, Tumblr milik Salazar telah memiliki lebih dari 10.000 pengikut.Dilansir Bored Panda, Salazar mulai memasuki dunia Lolita setelah salah satu temannya menjual koleksi roknya padanya. Awalnya Salazar khawatir penampilannya akan mendapat tanggapan negatif dari penggemar lolita lainnya. Namun ternyata dia diterima dengan tangan terbuka.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Photo credit: Alyssa SalazarBersama SugarNoor, hijabi lolita lain yang juga mulai naik daun, ia berhasil mencapai status selebriti dalam subkultur lolita.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Photo credit: Alyssa SalazarTetapi tidak selamanya hobi fashion Salazar mendapat respon positif. Banyak juga rekan-rekan dari komunitas muslim yang menanggapi gaya hijab lolita-nya dengan komentar negatif.

Rekomendasi