Malaysia Airlines (MAS) and Malaysia Airports Holdings Berhad (MAHB) have tightened flight security in the air and on the ground in the wake of the Flight MH370 tragedy.
Pihak maskapai penerbangan Malaysia Airlines (MAS) dan Malaysia Airports Holdings Berhad (MAHB), perusahaan bandar udara di Malaysia, telah memperketat keamanan penerbangan di udara dan di darat mengikuti tragedi hilangnya pesawat MH370 pada 8 Maret lalu.
Menurut sebuah sumber dari Malaysia Airlines, baik pilot dan pilot pendamping sekarang tidak diizinkan untuk dibiarkan sendirian di ruang kokpit, bahkan ketika salah satu dari mereka tengah mengambil istirahat buat ke toilet.
Di bawah aturan baru itu, nantinya seorang anggota dari awak kabin harus berada di ruang kokpit sampai pilot atau pilot pendampingi itu kembali dari toilet.
Ketika membawa makanan ke ruang kokpit, seorang pramugari harus berdiri menjaga di pintu kokpit untuk memastikan bahwa penumpang lain tidak memasuki area yang sudah dibatasi.
Kepala pilot untuk keselamatan penerbangan dan faktor manusia Malaysia Airlines, Kapten Missman Leham, mengeluarkan surat edaran kepada semua kru dek penerbangan.
Di darat, MAHB telah mewajibkan bagi siapa saja yang melakukan penerbangan internasional untuk melewati dua alat pendeteksi logam dan melakukan pemeriksaan tubuh sebelum mereka naik ke dalam pesawat.
Para wisatawan sekarang juga harus melepaskan sepatu, sabuk, jaket dan perangkat elektronik mereka, seperti komputer jinjing dan telepon seluler untuk pemindaian terpisah. Air minum dalam kemasan juga tidak diperbolehkan untuk dibawa naik ke dalam pesawat.