Sukses punya astronot pertama di ASEAN, Malaysia ingin kirim wanita

Malaysia salip Indonesia yang dulu gagal kirim astronot wanita Pratiwi dalam proyek Satelit Palapa 1986.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Sukses punya astronot pertama di ASEAN, Malaysia ingin kirim wanita
Astronot Malaysia, Sheikh Muszaphar Sukhor di Stasiun Antariksa Internasional. ©2015 Merdeka.com/asiaone

Malaysia adalah negara pertama di Asia Tenggara yang warganya menjadi antariksawan. Sheikh Muszaphar Shukor al Masrie merupakan astronot yang terlibat dalam misi bersama Rusia ke Stasiun Angkasa Internasional (ISS) pada 10 Oktober 2007.

Pria yang lama mendalami kedokteran itu berhasil terpilih pada program pemerintah Malaysia. Perjalanan untuk mengumpulkan contoh bakteria di ruang hampa udara itu berlangsung 11 hari.

Dalam Pameran Maritim dan Kedirgantaraan Langkawi (LIMA), Shukor mengusulkan agar negaranya serius menyiapkan calon astronot perempuan. Tujuannya untuk membuktikan bahwa lelaki dan perempuan sama hebatnya dalam bidang apapun.

"Ketika nanti ada astronot perempuan, pasti bisa menginspirasi generasi muda perempuan," kata Shukor seperti dilansir Asiaone, Jumat (20/3).

Shukor lalu membandingkan perbedaan cara pandang dua negara paling superior dalam bidang antariksa. Rusia, adalah negara yang jarang punya kosmonot perempuan. Alasannya kaum hawa terlalu emosional saat mengambil keputusan penting. "Sebaliknya Amerika percaya perempuan dapat diandalkan dalam tekanan dan bisa mengerjakan banyak urusan bersamaan," kata Shukor.

Sepanjang sejarah, ada 520 manusia telah bertualang di luar angkasa. Tapi cuma 50 perempuan yang terlibat dalam seluruh misi tersebut.

Malaysia berhasil menyalip Indonesia yang pada 1980-an pernah sangat serius menyiapkan program antariksawan perempuan.

Calon astronot dari Tanah Air yang sudah siap terbang adalah Pratiwi Sudarmono, akademisi dari Universitas Indonesia. Wanita ini sedianya hendak berangkat bersama pesawat ulang-alik Columbia dalam peluncuran satelit Palapa B3.

Sayang, musibah meledaknya pesawat ulang-alik Challenger pada 28 Januari 1986 membatalkan keberangkatan Pratiwi. NASA menunda semua penerbangan antariksa dengan awak.

Saat ini, ada dua orang di ASEAN yang kemungkinan menyusul jejak Shukor. Pertama adalah Pirada Techavijit dari Thailand. PNS perempuan ini dijadwalkan terbang enam menit di luar angkasa bersama pesawat Lynx Mark-II pertengahan tahun ini.

Satu lagi adalah Rizman A. Nugraha dari Indonesia. Dia lolos sayembara AXE Apollo Space Academy, kini dia berlatih di Amerika Serikat.

Rekomendasi