Sebanyak 15 anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang menjadi korban tabrakan dua kapal Korea Selatan di Laut Hokkaido, Jepang, tiba di Busan. Ke-15 ABK tersebut dipastikan selamat dari musibah yang menimpa mereka.
Rencananya, mereka akan dipulangkan ke Indonesia setelah memperoleh hak-hak mereka.
"Kami ingin memastikan kondisi 15 ABK selamat dan juga memastikan hak-hak mereka sebelum dipulangkan kembali ke Indonesia," kata Wakil Kepala Perwakilan RI-Seoul Siti Sofia Sudarma melalui keterangan resmi diterima merdeka.com, Kamis (2/8).
"Saya telah membahas mengenai hak-hak 15 ABK WNI yang selamat dengan pemilik kapal dan agen pengirim di Korea Selatan. Syukurlah, pihak Korsel sepakat membayar gaji para ABK WNI, kompensasi barang-barang ABK, dan tiket kepulangan ke Indonesia," tambahnya.
Keseluruhan ABK yang selamat akan langsung diterbangkan ke Indonesia melalui Bandara Gimhae, Busan, Kamis sore ini.
Adapun 15 ABK tersebut adalah Inuhan Bastian (22), Hendri (31), Saroni (27), Sutirno Muhamad Rendy (21), Sarimanella Riwildo (24), Madi Sangid Bn Sarga (26), Maulana Haris (21), Pattiapon Dollans (22), Waly (27), Sokeh (29), Ibrohim Adi Imam Soleh (25), Pranara Ari Dona (23), Pratomo Dede (27), Idris (28), dan Riyanto Pani (20).
Sebagaimana diketahui, peristiwa tabrakan antara dua dua kapal berbendera Korsel 'Longline 803 Tongyeongho' dan '101 Keumyangho' di laut Jepang terjadi pada Kamis (26/7) lalu. Kapal 101 Keumyangho yang membawa 18 ABK Indonesia tenggelam.
Hingga saat ini 15 WNI dipastikan selamat, namun tiga lainnya masih hilang. KBRI Seoul akan terus berupaya dan bekerjasama dengan otoritas Korsel terkait 3 ABK WNI yang masih hilang saat tabrakan dua kapal nahas tersebut.