Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sebagian Uni Eropa makin sebal negara Arab abaikan pengungsi Suriah

Sebagian Uni Eropa makin sebal negara Arab abaikan pengungsi Suriah Imigran tiba di Austria. ©Reuters

Merdeka.com - Di Eropa, terus bermunculan aspirasi politik menuntut negara-negara Teluk supaya lebih aktif menampung pengungsi Suriah. Esai-esai berisi protes agar pemerintahan Uni Eropa tidak terlalu berbaik hati pada para migran banyak dimuat di media massa berhaluan konservatif maupun liberal. Tak kurang BBC, France 24, Radio Free Europe, hingga Front Page Magazine menurunkan laporan yang mengkritik diamnya negara teluk dalam isu ledakan imigran.

Lewat jejaring sosial Twitter, tanda pagar #Hosting_Syria's_refugees_is_a_Gulf_duty disebar. Inti tagar itu adalah mengingatkan dunia kalau kekacauan di Timur Tengah idealnya diatasi oleh sesama negara kawasan.

Pendapat semacam ini mulai bermunculan di Hungaria, Slovakia, hingga Austria. Tinggal Jerman dan Prancis yang berkukuh menerima lebih banyak pengungsi selama beberapa bulan ke depan, seperti dilaporkan France 24, Senin (7/9).

Direktur Eksekutif Human Rights Watch (HRW), Kenneth Roth, tak tahan untuk menumpahkan kekesalan pada negara Teluk seperti Arab Saudi, Kuwait, Qatar, atau Uni Emirat Arab karena secara jelas mengabaikan para pengungsi.

"Negara-negara ini makmur, mayoritas penduduknya juga muslim, dan pemerintahnya memilih tidak menampung satupun pengungsi Suriah," tulisnya di Twitter akhir pekan lalu.

HRW melaporkan sejak Oktober 2014 tidak ada kebijakan khusus dari negara Teluk menampung pengungsi asal Suriah. Kalaupun ada pelarian dari kawasan, maka mereka masuk tetap harus mengurus visa turis. Jumlahnya tidak signifikan dibanding pengorbanan Eropa atau Turki.

Di antara negara-negara mayoritas muslim sekitar TimTeng, cuma Turki mau mengambil tanggung jawab besar membantu pengungsi Suriah. Turki sementara ini menampung lebih dari 2 juta orang pelarian, disusul Libanon 1,1 juta orang, lalu Yordania menerima 630,000 jiwa. Negara miskin dikoyak perang seperti Irak saja tercatat menyediakan tempat untuk 250 ribu pengungsi.

negara arab tak mau terima pengungsi suriah

Imigran Suriah yang lebih dulu tinggal di Eropa turut mempertanyakan itikad baik negara-negara Arab.

"Bagaimana bisa negara Eropa yang sering dianggap kafir punya tanggung jawab lebih besar merawat pengungsi dibanding negara mayoritas muslim?" tulis akun Facebook Komunitas Imigran Suriah di Denmark.

Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, mengatakan sudah saatnya negara-negara Arab ditekan lebih keras agar bersedia berkorban atau minimal menyediakan tempat saja. "Ini sungguh konyol. Jerman malah menghabiskan uang menyediakan tempat bagi pengungsi, ketimbang memberikan dana kepada negara-negara di sekitar zona krisis yang pertama kali dicapai oleh para imigran," ungkapnya.

Hungaria kini paling aktif mengajak negara Benua Biru lain agar (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP