Satu WNI tewas akibat ledakan bom Bangkok, satu lagi di ICU

Mereka pasangan suami istri yang sedang wisata ke Thailand. Kondisi

Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Satu WNI tewas akibat ledakan bom Bangkok, satu lagi di ICU
Bom meledak di kuil kawasan wisata Bangkok. ©2015 Merdeka.com

Seorang warga negara Indonesia dipastikan meninggal akibat ledakan bom Bangkok di kawasan padat turis kemarin. Sementara satu WNI lainnya berada di ICU.

"KBRI mendapatkan informasi satu WNI tewas dan seorang lainnya masih berada di ICU, korban ledakan Bom Bangkok," cuit akun resmi Twitter Kementerian Luar Negeri Indonesia, @Portal_Kemlu_RI, Selasa (18/8).

Dari informasi yang diterima merdeka.com dari Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI), Lalu Muhammad Iqbal, kedua korban ini adalah sepasang suami istri berinisial HI dan LLT. Keduanya berada di Bangkok dengan tujuan wisata.

Juru bicara kementerian luar negeri, Arrmanatha Nasir, menyatakan yang tewas adalah LLTsetelah pihak KBRI mendalami informasi ada warga Indonesia dirawat di RS Polisi Bangkok. Sedangkan HI, menurut KBRI, kini yang berada di ICU di rumah sakit berbeda, yakni di RS Huai Chiew.

HI mengalami luka parah di kepala dan kini masih dalam kondisi kritis. Pasangan suami istri nahas itu berada dekat Kuil Erawan ketika ledakan terjadi.

KBRI menyediakan hotline untuk menerima laporan bagi pihak yang merasa kehilangan anggota keluarga di Thailand seusai insiden bom tersebut. Untuk setiap kebutuhan informasi lebih lanjut mengenai korban ledakan Bangkok, pihak KBRI Bangkok meminta untuk menghubungi nomor hotline +66929031103.

Sebelumnya diberitakan bom pipa berbahan TNT itu meledak di Jalan Ratchaprasong, dekat Kuil Erawan, Distrik Chidlom, Bangkok, Senin (17/8) pukul 18.55 waktu setempat. Awalnya polisi menyebut bom diletakkan pelaku di sepeda motor. Belakangan, Kepala Kepolisian Thailand, Somyot Poompanmuang, memastikan bom ini ditanam di dekat kuil Erawan. "Jenisnya bom pipa," kata Somyot.

Korban tewas, hingga berita ini dilansir mencapai 27 orang. Sedangkan 80 lainnya cedera parah sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit.

Rekomendasi