Remaja 14 tahun minta suntik mati, presiden sampai turun mencegah

Penderitaan Valentina Maureria menggugah Presiden Chile, Michelle Bachelet, yang menolak euthanasia.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Remaja 14 tahun minta suntik mati, presiden sampai turun mencegah
Presiden Chile Michelle Bachelet (kanan) sambangi pasien remaja yang minta disuntik mati. ©2015 Merdeka.com/AFP

Valentina Maureria, gadis 14 tahun asal Chile menghebohkan netizen sedunia pekan lalu. Gara-garanya dia mengunggah video permintaan euthanasia.

Valentina mengidap cystic fibrosis, penyakit langka yang merusak fungsi paru-paru dan pencernaan. Kakak lelakinya sudah meninggal karena penyakit yang sama. Saban hari pengidap penyakit itu akan merasakan pusing hebat lalu muntah tak terkendali.

Gadis ini mengaku tak sanggup menderita lebih lama. Dokter memvonisnya paling lama hidup tiga setengah tahun lagi, karena belum ada tanda-tanda perbaikan kondisi tubuhnya.

Oleh sebab itu Valentina minta pemerintah Chile mengizinkannya disuntik mati, seperti dilansir the Guardian, Senin (2/3).

"Saya lelah dengan penyakit ini. Tolong pemerintah mengizinkan pemberian suntikan sehingga saya bisa tidur tenang selamanya," kata Valentina dalam video yang viral di Youtube.

Video tersebut menggegerkan publik Chile. Masyarakat terbelah, antara mendukung permintaan suntik mati remaja itu atau menolaknya dengan alasan agama. Perdebatan tersebut hingga berita ini dilansir masih ramai terjadi di Facebook maupun Twitter.

Presiden Chile Michelle Bachelet sampai turun tangan. Kemarin dia mendatangi rumah sakit tempat Valentina dirawat di Ibu Kota Santiago. Pada lawatan itu, Menteri Kesehatan Chile ikut serta.

Bachelet secara khusus meminta gadis malang itu tidak meneruskan niatnya menjalani euthanasia. "Hukum di Chile tidak mengizinkan pasien mengakhiri hidupnya sendiri," kata presiden wanita itu.

Pemerintah Chile akan membantu agar kesehatannya bisa sembuh seperti sediakala.

"Pemerintah akan menyediakan fasilitas medis, di luar dukungan moril untuk mengurangi tekanan psikologis Valentina dan keluarganya," kata juru bicara presiden Alvaro Elizaldo.

Valentina mengaku senang dikunjungi oleh Presiden Bachelet, lalu mengajak orang nomor satu di Chile itu foto selfie. Sang ayah menyatakan putrinya itu kemungkinan akan menjalani transplantasi paru-paru dalam waktu dekat sebagai alternatif penyembuhan.

Rekomendasi