Presiden Libanon Michel Aoun menyerukan untuk mengambil tindakan hukum diplomatik dan ekonomi yang bersatu dan bertahap terhadap negara yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Demikian laporan dari Kantor Anadolu.Seruan tersebut dikatakan Aoun selama pertemuan Organisasi Kerjasama Islam di Istanbul, yang membahas masalah Yerusalem setelah pengakuan Presiden AS Donald Trump terhadap Kota Suci sebagai ibu kota Israel."Israel menyebut dirinya negara Yahudi dan menekankan pada Yerusalem Judaising dan menjadikan ibukotanya," kata Aoun."Ini adalah penghapusan identitas suci kota dan pembatalan dua pesan surgawi"."Bisakah kita membayangkan orang Kristen dan Kristiani tanpa Yerusalem, Betlehem, Gereja Makam Suci dan Gereja Kelahiran Yesus? Hal yang sama, bisakah kita membayangkan Muslim dan Islam tanpa Yerusalem, Masjid Al-Aqsa dan tempat-tempat suci di Palestina?" kata dia.Aoun mencatat langkah Trump menjadikan AS memiliki kekuatan besar yang bekerja untuk menemukan solusi yang mencapai perdamaian di Timur Tengah.Memanggil PBB untuk mengambil sikap, Aoun berkata: "Jika PBB tidak menghadapi keputusan ini, AS akan mengakui perannya sebagai penunjuk internasional untuk menyelesaikan konflik internasional berdasarkan prinsip-prinsip hukum internasional," seperti dilansir dari Middle East Monitor, Jumat (15/12).Dia mengajukan keluhannya kepada Dewan Keamanan PBB, meminta agar membatalkan keputusan Trump dan mendorong negara-negara di seluruh dunia untuk mengakui Negara Palestina.
Presiden Libanon minta negara yang akui Yerusalem ibu kota Israel dihukum
Presiden Libanon Michel Aoun menyerukan untuk mengambil tindakan hukum diplomatik dan ekonomi yang bersatu dan bertahap terhadap negara yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Demikian laporan dari Kantor Anadolu.
Rekomendasi