Peringatan 17 Agustus, merah putih hiasi hutan pinus di Swiss

Peringatan 17 Agustus, merah putih hiasi hutan pinus di Swiss. Sekitar 100 orang berkumpul memeriahkan Jalan Sehat di hutan belakang Wisma Duta di daerah Gumligen Bern.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Peringatan 17 Agustus, merah putih hiasi hutan pinus di Swiss
peringatan 17 agustus kbri swiss. ©KBRI

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern, Swiss memulai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-72 pada Sabtu lalu.Sekitar 100 orang berkumpul memeriahkan Jalan Sehat di hutan belakang Wisma Duta di daerah Gumligen Bern. Tidak hanya berasal dari Kota Bern, ratusan peserta juga berdatangan dari Zurich, Basel, Jenewa, dan wilayah-wilayah lain di Swiss.Duta Besar RI Bern Linggawaty Hakim saat membuka Jalan Sehat menekankan pentingnya bagi warga Indonesia untuk selalu menjaga persatuan di Swiss."Termasuk juga rangkaian perlombaan HUT RI ke-72 ini juga dimaksudkan untuk mempererat persatuan warga Indonesia di Swiss," ujar Dubes Linggawaty dalam rilis yang diterima merdeka.com, Ahad (6/8).Di pagi musim panas yang cerah, ratusan peserta Jalan Sehat berseragam merah putih menembus hutan pinus dan ladang gandum khas Swiss selama satu jam di sekitar Wisma Duta.

peringatan 17 agustus kbri swiss ©KBRI


Koordinator Perlombaan HUT RI ke-72 KBRI Bern Titik Nahilal Hamzah mengatakan, rangkaian perlombaan ini terdiri dari Jalan Sehat, lomba gaple, dan lomba badminton. Sementara puncaknya pada hari 17 Agustus akan digelar perlombaan seperti balap karung, makan kerupuk, tarik tambang, dan lomba khas 17an lainnya. "Jalan Sehat yang pertama kali diadakan selama tiga tahun pada masa kepemimpinan Dubes Linggawaty ini adalah kick-off dari rangkaian perlombaan selama 2 pekan ke depan," kata Titik. Acara Jalan Sehat dilanjutkan dengan pembagian door prize, makan siang, dan lomba gaple.Salah satu WNI, Sulis Sommmer, yang turut hadir pada acara Jalan Sehat itu mengaku bersyukur KBRI Bern menyelenggarakan rangkaian peringatan HUT RI di Swiss."Meski jauh dari Tanah Air, tapi kemeriahan 17an di Swiss tidak kalah heboh. Jadi mengobati kangen suasana 17an di kampung," ujar Sulis WNI asal Malang yang menikahi orang Swiss.

Rekomendasi