Kepala Pers Gedung Putih, Sarah Sanders menyatakan bahwa Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat karena keinginan Tuhan. Karena itulah kenapa saat ini dia menjabat sebagai orang nomor satu di AS. Pernyataan ini disampaikan Sanders dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Christian Broadcasting Network (CBN).
"Tuhan menginginkan Donald Trump jadi presiden," kata Sanders, seperti dilansir dari BBC, Kamis (31/1).
Sanders juga mengatakan sangat sulit mengambil pelajaran moral dari Partai Demokrat. Demokrat mengkritik Trump terkait rencana pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko yang disebut sebagai tindakan tak bermoral.
Kalangan evangelis AS justru mendukung penuh Trump. The Washington Post melaporkan Trump menang 80 persen di kalangan evangelis pada Pilpres 2016, angka lebih tinggi dari kandidat presiden dari Partai Republik Mitt Romney dan John McCain dalam pemilihan sebelumnya.
CBN menyiarkan wawancara dengan Sanders pada Rabu (30/1), yang dipandu David Brody dan Jennifer Wishon. Menjawab pertanyaan David Brody terkait jabatan Trump, Sanders menjawab: "Menurut saya Tuhan menyerukan kita semua untuk mengisi peran berbeda dalam masa yang berbeda dan saya pikir Dia (Tuhan) menginginkan Trump menjadi presiden."
"Itulah sebabnya dia ada di sana dan menurut saya dia telah melakukan tugas luar biasa dalam mendukung banyak hal yang dipedulikan orang-orang beriman," sambungnya.
Terkait pendapat Ketua Kongres Nancy Pelosi mengenai pembangunan tembok perbatasan yang diusulkan Trump yang kemudian memicu penutupan pemerintah AS terpanjang dalam sejarah, Sanders mengatakan pendapat Pelosi menjadi penghalang dan menyebutnya sebagai tindakan tak bermoral.
"Jujur, sangat sulit pada saat ini untuk mengambil nasihat dari Demokrat tentang hal yang bermoral dan tidak," ujarnya, menyebutnya sebagai "tuduhan konyol" dan mengatakan Pelosi "bahkan mungkin menyesal mengeluarkan komentar itu".
"Melindungi orang-orang di negara Anda, adalah tugas mendasar Presiden Amerika Serikat," imbuhnya.
Wawancara itu dilakukan beberapa hari setelah Trump mencuit terkait dukungannya untuk mata pelajaran Alkitab. Sejumlah negara bagian merancang undang-undang terkait Alkitab sebagai mata pelajatan di pendidikan sekolah umum.