PBB Sebut Myanmar Belum Aman Buat Kepulangan Pengungsi Rohingya

PBB Sebut Myanmar Belum Aman Buat Kepulangan Pengungsi Rohingya. Namun lebih dari 20 pengungsi Rohingya yang masuk daftar akan pulang mengatakan kepada Reuters, mereka menolak kembali ke Negara Bagian Rakhine, kampung halaman mereka di Myanmar.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
PBB Sebut Myanmar Belum Aman Buat Kepulangan Pengungsi Rohingya
Pengungsi Rohingya. ©2018 Merdeka.com/Ramadhian Fadillah

Pejabat Mynmar kemarin mengatakan mereka siap menerima kepulangan lebih dari 2.000 muslim Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh pada 15 November mendatang. Sebanyak 5.000 pengungsi akan dipulangkan setelah dicapai kesepakatan antara Myanmar dan Bangladesh bulan lalu.

Namun lebih dari 20 pengungsi Rohingya yang masuk daftar akan pulang mengatakan kepada Reuters, mereka menolak kembali ke Negara Bagian Rakhine, kampung halaman mereka di Myanmar. Bangladesh mengatakan mereka tidak akan memaksa jika pengungsi menolak.

Dilansir dari laman Malaysia Kini, Senin (12/11), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan kondisi saat ini masih tidak aman untuk kepulangan pengungsi Rohingya karena warga Buddha di Myanmar menolak mereka.

Lembaga pengungsi PBB, UNHCR, mengatakan pengungsi Rohingya seharusnya diizinkan melihat dulu kondisi di Myanmar sebelum mereka memutuskan untuk pulang.

"Tergantung keputusan negara lain, apakah kepulangan ini akan dilakukan atau tidak," ujar Menteri Kesejahteraan Sosial dan Pemukiman Myanmar, Win Myat Aye dalam jumpa pers di Yangon kemarin, merujuk pada Bangladesh.

"Tapi dari pihak kami harus siap. Kami sudah bersiap," kata Abdul Kalam, komisioner Pemulangan dan Pemulihan Bangladesh. Dia berharap proses ini bisa berlangsung Kamis.

"Sifat sukarela. Tidak ada yang dipaksa untuk pulang," kata dia kepada Reuters.

Baik Myanmar dan Bangladesh sudah setuju akan memulai proses pemulangan lebih dari 700 ribu pengungsi muslim Rohingya pada pertengahan bulan ini.

Rekomendasi