Panitia Miss Universe tak becus MS Word, picu salah sebut pemenang

Desain kartu yang dibaca MC malah menempatkan runner up lebih tinggi dari juara utama, pantas saja salah baca

Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Panitia Miss Universe tak becus MS Word, picu salah sebut pemenang
Kartu pemicu Miss Universe 2015 kacau. ©2015 Merdeka.com

Kesalahan pembaca acara Miss Universe, Steve Harvey, pada akhir pekan lalu membacakan pemenang kontes kecantikan itu rupanya masih dibahas oleh banyak pihak.

Beredar kabar Harvey mengandalkan alat bantu baca (teleprompter), yang menulis pemenang adalah Miss Kolombia Ariadna Gutierrez, padahal seharusnya Miss Filipina, Pia Alonzo Wurtzbach. Miss Kolombia menanggung malu, dan sang pembawa acara pun meminta maaf pada semua orang.

Berbeda dari penjelasan teleprompter, pakar branding Eric Thomas meyakini sang MC Miss Universe memang salah baca sejak melihat kartu pengumuman pemenang. Melalui artikel yang dibagikan situs jejaring sosial para profesional Linkedin, Selasa (22/12), Thomas menilai panitia kontes kecantikan yang memiliki anggaran mahal itu bahkan tidak becus menggunakan Microsoft Word.

Buktinya, desain kartu yang jadi patokan Harvey malah menempatkan keterangan pemenang ketiga dan kedua, lebih tinggi dibanding Miss Universe. Nama Filipina sekilas tidak terlihat karena berada di pojok kanan bawah.

"Mari kita sambut pengaturan desain paling serampangan dari sebuah acara yang sedemikian mahal," tulis Thomas. Analisis Thomas itu segera viral, dibaca lebih dari 1,3 juta pengunjung, dan memperoleh banyak dukungan.

Berbekal MS Word, Thomas mengklaim bisa membuat kartu pengumuman pemenang yang lebih baik hanya dalam waktu 20 menit. Dia menjamin desain yang tepat bisa menghindarkan Steve Harvey salah membaca pemenang kontes kecantikan nomor satu sedunia itu.

"Saya yakin salah sebut pemenang ini bukan sepenuhnya salah Steve Harvey. Tersangkanya adalah desain yang buruk," tuturnya.

Rekomendasi