Nasionalisme Warga Palestina, Tolak Warga Israel Beli Rumahnya Seharga USD 100 Juta
Merdeka.com - Abdul Raouf Al-Mohtaseb, warga Hebron, Tepi Barat, Palestina, menolak semua tawaran dari warga Israel yang ingin membeli rumah dan tokonya di Hebron dengan nilai USD 100 juta. Bangunan milik Raouf ini terletak di wilayah Al Sahla dan menghadap Masjid Ibrahimi di pusat kota tua.
"Saya menolak 100 juta dolar," kata Raouf dilansir dari Middle East Monitor, Selasa (22/1). "Saya akan menolak semua uang di dunia ini. Saya tidak akan mengkhianati tanah saya atau rakyat saya. Uang itu baik, tapi kalau bersih," tambahnya.
Kepada Al-Mayadeen TV, Raouf menyampaikan tawaran tersebut awalnya sebesar USD 6 juta, sebelum dinaikkan menjadi USD 40 juta dan akhirnya mencapai USD 100 juta. Dia menekankan tak akan mengubah sikapnya dan tetap akan menjaga Masjid Ibrahimi.
Pemukim Israel di kota itu mengatakan kepadanya mereka dapat memfasilitasi perjalanannya ke Australia atau Kanada untuk menjalani kehidupan baru dan menjalankan bisnis baru. Namun Raouf juga menolak tawaran tersebut.
Raouf menekankan, semakin tinggi tawaran warga Israel terhadap bangunannya, dia merasa semakin mencintai tanah Palestina. Dia mengatakan memiliki 20 cucu yang dia harap akan menghabiskan hidupnya di Hebron.
"Saya menghabiskan masa kanak-kanak di sini, tapi cucu-cucu saya kehilangan (wilayah) ini," keluhnya.
Dalam wawancara lain, Raouf juga menjelaskan penderitaan warga Palestina di Hebron akibat pendudukan Israel. "Suatu kali, saya pergi ke Yordania, tetapi saya merasa sangat sedih pada hari berikutnya dan saya memotong perjalanan singkat saya dan kembali ke Hebron," jelasnya. "Tapi kami hidup di penjara yang sesungguhnya," tambahnya.
Dia mengatakan, seorang penduduk Israel bernama Boaz pernah mendatanginya dan menawar rumahnya dengan harga USD 30 juta. Lalu dia membawa Boaz ke rumahnya dan menunjuk ke batu bata, bertanya kepadanya, "Untuk batu bata manakah Anda akan membayar 30 juta dolar?," Boaz menjawab: "Saya ingin membeli seluruh rumah." Kemudian Raouf menjawab: "Uang 30 juta dolar tidak cukup untuk harga satu batu bata".
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya