Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berencana menggunakan roket nuklir untuk mengirimkan manusia ke Planet Mars.Mantan astronot NASA Charles Bolden dalam pernyataannya di Kongres AS pekan lalu mengatakan tenaga nuklir adalah yang paling efektif buat mengirimkan manusia ke Mars."Kita dalam perjalanan menuju Mars dan banyak orang percaya, pada akhirnya, tenaga nuklir akan menjadi yang paling efektif untuk sampai ke sana," kata dia, seperti dilansir koran the Daily Mail, Sabtu (19/3).Namun Bolden tidak menjelaskan seberapa cepat NASA bisa mengirimkan manusia ke Planet Merah itu.NASA sudah sejak lama ingin menggunakan tenaga nuklir karena bobotnya separuh lebih ringan ketimbang roket bertenaga bahan kimia. Dengan demikian pesawat luar angkasa bisa membawa barang lebih banyak dan juga bisa mengarungi antariksa lebih jauh dan lebih cepat.Rusia awal pekan lalu mengumumkan akan menguji coba mesin nuklir buat menuju luar angkasa pada 2018 nanti.Menurut Rusia teknologi itu bisa membawa kosmonot mencapai Mars dalam enam pekan. INi berarti rusia bisa mendarat manusia lebih dulu di Mars ketimbang Amerika.Selama ini menurut perhitungan dibutuhkan waktu 18 bulan bagi pesawat luar angkasa mencapai Mars.
NASA bakal kirim manusia ke Mars pakai roket nuklir
Dengan teknologi itu Planet Mars bisa dicapai dalam enam pekan.

Baca Juga 5 Keluarga Paling Kaya di AS
Advertisement
Rekomendasi

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3350189/original/080939200_1610703344-pesawat6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3523265/original/007105900_1627440563-brandon-morgan-GxbFfu6yRN0-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375718/original/047941400_1792212801-AP26286711153583.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2373006/original/020378100_1540435883-macron.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346574/original/077949100_1789182048-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3648011/original/031304800_1638244943-PM_Baru_Swedia.jpeg)