DKI Jakarta jadi salah satu kota besar dengan polusi terburuk ke-2 di dunia. Berdasarkan US Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara, udara di DKI Jakarta berada di angka 153 atau dengan parameter PM2.5 konsentrasi 58.9 ug/m3, pada 1 Agustus 2019.
Selain DKI Jakarta, ternyata kota-kota besar di negara lain juga memiliki udara yang buruk. Berikut kota-kota besar di dunia dengan kualitas udara yang buruk:
Advertisement
Kota Hanoi di Vietnam menjadi kota dengan kualitas buruk ke-1 di dunia, dengan parameter PM 2.5 konsentrasi 73.6 ug/m3. Salah satu pemicu udara kotor di Hanoi adalah banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Vietnam punya solusi, yaitu melarang sepeda motor pada 2030. Usulan itu muncul sejak 2017 dan 2018. Sebagai gantinya, masyarakat menggunakan transportasi publik, seperti kereta.
Advertisement
Kyoto menjadi negara ke-8 untuk kota berpolusi. Kualitas udara di Dubai berada di angka 118 dengan parameter PM2.5 dengan konsentrasi 38 ug/m3.
Pemerintah Jepang punya rencana untuk mengatasi hal ini. Beberapa cara yakni menggunakan kendaraan generasi terbaru yang rama lingkungan, hemat bahan bakar, mengadopsi eco-driving, meningkatkan kelancaran arus lalu lintas, dan melakukan efisiensi pemakaian kendaraan.
Kemudian, pemerintah Jepang juga menurunkan pajak bagi kendaraan ramah lingkungan.
Advertisement
Shenyang, China juga masuk dalam kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif. Kota ini berada di angka 102 dengan konsentrasi parameter PM2.5 sebesar 36 ug/m3.
Salah satu masalah yang dihadapi China adalah kualitas udara yang buruk. Penyebabnya, karena produksi barang dari berbagai pabrik hingga banyaknya masyarakat yang menggunakan mobil serta truk untuk mengirim barang.
Pemerintah China punya solusi untuk mengatasi masalah ini, seperti menggunakan sepeda sebagai alat transportasi utama masyarakat, memperbanyak armada bus, trem yang menggunakan listrik, hingga menyediakan motor listrik.
Advertisement
Salah satu kota di Mongolia, Ulaanbaatar, menjadi kota ke-3 dengan kualitas udara terburuk di dunia. Kualitas udara di Ulaanbaatar berada di angka 144 atau dengan parameter PM2.5 konsentrasi 53.2 ug/m3.
Polusi udara di Ulaanbaatar memang sudah mengkhawatirkan. Bahkan United Nation Children Fund (UNICEF) menyebut efek polusi udara bisa membahayakan kesehatan anak-anak. Polusi terjadi akibat banyaknya kandungan asap berkarbon monoksida di udara.
Tak hanya itu saja, peningkatan populasi di Mongolia juga menjadi pemicu polusi udara. Penjelasannya, cuaca Mongolia dingin, masyarakat butuh menghangatkan badan. Oleh karena itu, masyarakat banyak yang membakar sampah hingga batu bara untuk menghasilkan asap yang bisa menghangatkan tubuh mereka.
Kepulan asap itulah yang menyebabkan parahnya kualitas udara di Mongolia, khususnya Ulaanbaatar. Untuk atas masalah ini pemerintah Mongolia punya cara jitu, yaitu menggunakan pusat turbin angin (wind farm), yang disebut Salkhit untuk menghilangkan polusi asap.