Kisah Anak 8 Tahun Berkebutuhan Khusus di AS Diborgol Polisi Karena Pukul Gurunya

Anggota polisi di sebuah SD di Florida, Amerika Serikat (AS) menangkap seorang anak berusia delapan tahun yang diduga memukul seorang guru -yang kemudian menyadari pergelangan tangan anak tersebut terlalu kecil untuk borgol.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Kisah Anak 8 Tahun Berkebutuhan Khusus di AS Diborgol Polisi Karena Pukul Gurunya
Ilustrasi borgol. shutterstock

Anggota polisi di sebuah SD di Florida, Amerika Serikat (AS) menangkap seorang anak berusia delapan tahun yang diduga memukul seorang guru -yang kemudian menyadari pergelangan tangan anak tersebut terlalu kecil untuk borgol.

Bagian dari rekaman kepolisian Key West saat penangkapan pada Desember 2018 dirilis pada hari Senin oleh pengacara hak sipil Ben Crump, yang mewakili ibu bocah itu.

Pada Selasa dia mengajukan gugatan federal, mengklaim petugas menggunakan kekuatan yang berlebihan, bahwa pejabat sekolah gagal untuk campur tangan, dan kota dan distrik sekolah melanggar Undang-Undang Penyandang Disabilitas Amerika. Gugatan mengatakan anak laki-laki itu memiliki kebutuhan khusus.

Kepolisian Key West menolak berkomentar kepada CNN, dengan alasan litigasi, seperti dikutip dari CNN, Kamis (13/8).

Tetapi dalam sebuah pernyataan kepada Miami Herald pada Senin, Kepala Kepolisian Key West, Sean T. Brandenburg mengatakan bahwa anggotanya tidak melakukan kesalahan dan mereka mengikuti SOP.

Ibu bocah tersebut, Bianca N. Digennaro, menyampaikan dalam konferensi pers melalui Zoom, putranya ditangkap, dimasukkan ke penjara, cap jari-jarinya dipindai, swab DNA, dan diambil gambarnya pada hari itu.

Crump mengatakan, bocah itu didakwa dengan tuduhan kejahatan. Ibunya memperjuangkan kasus ini di pengadilan selama sembilan bulan sampai jaksa menolak dakwaan tersebut. Crump, Devon Jacob, dan Sue-Ann Robinson mewakili Digennaro dalam gugatan tersebut.

"Ini adalah contoh memilukan tentang bagaimana sistem pendidikan dan kepolisian kita melatih anak-anak menjadi penjahat dengan memperlakukan mereka seperti penjahat - jika terbukti bersalah, anak dalam kasus ini akan menjadi narapidana pada usia delapan tahun," kata Crump dalam sebuah pernyataan.

"Bocah kecil ini dilemahkan oleh semua orang yang berperan dalam insiden mengerikan ini."

Jacob, pengacara Digennaro, mengatakan komentar kepala kepolisian bahwa penangkapan tersebut sesuai prosedur yang menjadi persoalan.

"Itu masalahnya. Itu sebabnya kami mengajukan gugatan ini. Ini akan berakhir dengan litigasi ini," ujarnya.

Kepala asisten jaksa negara bagian Monroe, Val E. Winter mengatakan dalam sebuah surel, evaluasi kesehatan mental telah dilakukan pada anak laki-laki tersebut, bersama dengan pengacaranya, dan memutuskan bahwa demi kepentingan terbaik anak tersebut untuk membatalkan dakwaan.

Kasus tersebut ditutup setelah kantor menerima konfirmasi layanan berdasarkan laporan dokter, kata Winter.

Distrik Sekolah Monroe County menolak berkomentar. SD tempat anak tersebut sekolah tak menanggapi permintaan komentar. Gurunya juga tak bisa dihubungi.

Polisi bergerak untuk menangkap bocah itu setelah dia diduga memukul seorang guru, yang tidak terluka, menurut laporan Kepolisian Key West.

Guru sedang mengawasi kelas di ruang makan siang dan mengatakan siswa tersebut tidak duduk dengan baik di kursinya, kata laporan itu. Dia memintanya untuk duduk dengan baik beberapa kali, dan kemudian memintanya untuk duduk di sampingnya. Bocah ini menolak, kemudian bangun dan berjalan ke arahnya, menurut laporan polisi.

Dia mengatakan kepada polisi siswa tersebut mengatakan kepadanya "jangan sentuh saya" saat dia mendekatinya. Siswa tersebut diduga mulai menyumpahinya, mengatakan kepadanya "ibuku akan memukul bokongmu," dan kemudian memukul dada guru tersebut dengan tangan kanannya.

Seorang petugas melihat tangan anak laki-laki itu mengepal dan "dia memiliki postur seolah-olah dia siap untuk melawan," kata laporan polisi.

Laporan menyebutkan guru itu tidak mengalami "luka yang jelas" dari pukulan itu. Bagian dari rekaman bodycam polisi, yang disediakan oleh Crump, dimulai setelah tiga petugas bergerak untuk menangkap bocah itu, yang sedang duduk dan menangis.

"Nak, kamu tahu kemana kamu akan pergi? Kamu akan masuk penjara," kata seorang petugas.

Video menunjukkan, petugas memintanya untuk meletakkan tangannya di atas lemari dan kemudian menepuk bocah itu. Petugas kemudian meminta si bocah meletakkan tangannya di belakang punggungnya dan dia menurut. Petugas kemudian mencoba untuk memborgol anak laki-laki tersebut, tetapi dengan cepat menyadari bahwa borgol tersebut tidak pas dengan pergelangan tangannya.

"Tanganmu terlalu kecil," kata petugas itu.

Petugas malah memintanya untuk memegang tangannya di depan dan mereka kemudian mengantarnya menuju kendaraan polisi, tetapi video berakhir sebelum mereka sampai di kendaraan.

"Kamu mengerti ini sangat serius, oke?" kata petugas yang lainnya.

"Saya benci kamu menempatkanku di posisi ini sehingga saya harus melakukan ini. Oke? Baiklah? Hal tentang itu adalah kamu membuat kesalahan, sekarang saatnya untuk belajar darinya dan tumbuh darinya, kan? Tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi, oke? "

Kepolisian Key West mengatakan mereka tidak merilis video full bodycam ke CNN karena orang tersebut masih remaja.

Cacat Emosional dan Perilaku

Digennaro mengatakan putranya telah didiagnosis dengan ADHD, gangguan oposisi, depresi dan kecemasan, dan mengonsumsi obat untuk mengatasinya. Setelah insiden penangkapan, dia menjadi sensitif terhadap siapa pun yang menyentuhnya.

Pada Februari 2018, distrik sekolah melakukan evaluasi terhadap bocah laki-laki tersebut dan mengklasifikasikannya sebagai "cacat emosional atau perilaku", menurut gugatan tersebut. Distrik sekolah juga mengembangkan Program Pendidikan Individual yang disesuaikan dengan kebutuhannya.

Dalam sebuah pernyataan, Crump mengatakan guru tersebut tidak memiliki kesadaran atau kepedulian tentang kebutuhan tersebut dan memperburuk situasi. Laporan polisi tidak menunjukkan bahwa dia memiliki kebutuhan khusus, dan tidak jelas apakah guru atau petugas polisi tersebut mengetahui tentang disabilitas.

Menurut laporan polisi, sekolah menghubungi orang tua bocah itu sebelum menangkapnya. Gugatan tersebut menunjukkan ibu siswa tersebut berada di luar kota dan ayahnya datang ke sekolah sebelum anak tersebut ditahan.

Pengacara keluarga Jacob, mengkritik tindakan polisi yang terlibat dalam insiden tersebut.

"Sebagai mantan polisi, saya kaget dengan tindakan petugas ini," katanya.

"Tindakan dan perlakuan mereka terhadap bocah ini, selain tidak pantas, juga menyimpang dari prosedur polisi yang diterima secara luas terkait perlakuan terhadap anak di bawah umur dan orang cacat."

Crump, yang juga mewakili keluarga George Floyd, mengatakan bahwa bocah laki-laki itu adalah seorang keturunan dua ras, dengan ibu Italia dan ayah Afrika-Amerika.

Digennaro mengatakan putranya, sekarang berusia 10 tahun, keadaannya membaik tetapi insiden itu membuatnya trauma.

"Hari saya hancur ini terjadi pada anak saya," katanya.

"Saya di sini hanya untuk anak saya karena saya menolak membiarkan mereka menjadikannya kriminal atau narapidana pada usia 8 tahun."

Rekomendasi