Inggris akan menambahkan vaksin Sinovac dan Sinopharm dan Covaxin India ke dalam daftar vaksin Covid-19 yang disetujui negara itu untuk perjalanan masuk. Demikian diumumkan pemerintah Inggris kemarin.
"Mulai pukul 04.00 Senin, 22 November, vaksin Covid-19 di WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) EUL (daftar penggunaan darurat) akan diakui dan semua anak di bawah 18 tahun yang datang ke Inggris akan diperlakukan sebagai orang dengan vaksinasi lengkap di perbatasan," kata kantor berita Anadolu Agency (AA) mengutip pernyataan pemerintah.
Di Inggris Raya, penumpang yang telah divaksinasi lengkap dan telah menerima sertifikat vaksin mereka dari salah satu dari lebih dari 135 negara dan wilayah yang disetujui tidak diharuskan mengikuti tes pra-keberangkatan, tes hari kedelapan, atau isolasi mandiri pada saat kedatangan.
Sebagai gantinya, penumpang hanya perlu membayar tes untuk pemeriksaan sebelum akhir hari kedua mereka, setelah kedatangan.
Dilansir dari laman The Star, Selasa (9/11), Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid mengatakan pengumuman baru ini merupakan langkah maju bagi industri perjalanan, bisnis, dan untuk keluarga dan teman yang ingin berkumpul kembali atau pergi ke luar negeri.
"Daftar merah dan sistem karantina tetap penting dalam melindungi perbatasan kami, dan seperti yang telah kami katakan, kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan dengan menambahkan negara ke daftar merah jika perlu," tambahnya.
Reporter Magang: Ramel Maulynda Rachma