Foto-foto yang menunjukkan penjaga perbatasan Amerika Serikat mencambuki migran Haiti kemarin menuai kecaman dan memicu penyelidikan.
Foto-foto ini tersebar luas di media sosial yang menunjukkan aparat perbatasan AS menunggang kuda mengahalau para migran dan mendorong mereka kembali ke Rio Grande di Texas.
Menteri Keamanan Dalam Negeri Alejandro Mayorkas mengatakan departemennya akan menyelidiki laporan dugaan kekerasan.
Dia menjelaskan para petugas sedang mencoba untuk mengatur para migran menyebrangi sungai.
Sekitar 13.000 migran dari Haiti berkumpul di tenda darurat di bawah jembatan yang menghubungkan Del Rio ke Ciudad Acuña di Meksiko di perbatasan AS-Meksiko.
Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan rekaman tersebut mengerikan untuk ditonton.
"Saya sudah melihat beberapa rekaman. Saya tidak memiliki konteks yang penuh. Saya tidak dapat membayangkan konteks apa yang dapat membuat hal itu pantas. Namun saya tidak mempunya detail tambahan dan tentunya saya tidak berpikir orang lain yang melihat rekaman tersebut akan berpikir hal itu dapat diterima atau pantas," kata dia, seperti dilansir dari laman BBC, Rabu (22/9).
Beberapa pengguna media sosial mengatakan foto tersebut mengingatkan pada kekerasan yang terjadi di masa perbudakan AS.
Foto-foto ini diambil oleh fotografer AFP Paul Ratje menunjukkan warga Haiti kembali dan melintasi perbatasan untuk mengambil makanan untuk keluarga mereka, dan menemukan dirinya di kepung oleh para kuda.
"Beberapa migran mulai berlari mencoba untuk menghindari para penunggang kuda, dan salah satu petugas menarik kemeja seorang warga Haiti dalam foto tersebut dan mengayunkannya sementara kuda itu berlari dalam lingkaran," kata fotografer AFP Paul Ratje yang mengabadikan peristiwa itu.
Ratje mengatakan dia tidak berpikiran orang tersebut terluka. Segera setelah itu, dia mengatakan, mereka (para petugas) "agak tenang, dan mulai membiarkan orang-orang masuk".
Kepala Patroli perbatasan AS Raul Ortiza mengatakan insiden tersebut sedang diselidiki untuk memastikan tidak ada respon yang "tidak dapat diterima" dari para petugasnya. Dia menuturkan, anak buahnya bekerja di lingkungan yang sulit dan mencoba untuk membedakan migran dari penyelundup.
Pemerintah melaporkan jumlah migran yang tiba di perbatasan dengan Meksiko meningkat tahun ini.
Jumlah mereka yang ditahan di sana pada Juli melebihi 200.000 untuk pertama kalinya dalam 21 tahun.
Reporter magang: Ramel Maulynda Rachma