Bicara filosofi yoga, pria Rusia dituduh terlibat organisasi teror

Seorang guru yoga ditangkap dengan tuduhan merekrut orang-orang muda untuk ikut organisasi suatu keagamaan. Guru yoga ini membantah dan mengatakan dia hanya menjelaskan filosofi yoga.

Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Bicara filosofi yoga, pria Rusia dituduh terlibat organisasi teror
Ilustrasi pasangan yoga. ©2015 Merdeka.com/triangleyoga.com

Guru yoga di Rusia ditangkap karena kasus 'aktifitas misionaris ilegal' di bawah hukum baru yang mengatur soal memerangi terorisme.Dmitry Ugay, nama guru yoga tersebut, memberikan ceramah tentang filsafat yoga pada festival St. Petersburg. Dia dianggap telah menjatuhkan langkah-langkah antiteror di negara itu.Dilansir dari Independent, Sabtu (14/1), Ugay yang berprofesi sebagai programmer komputer itu ditangkap dan didakwa dengan tuduhan melakukan kegiatan misionaris ilegal. Hal tersebut merupakan pelanggaran di bawah hukum Yarovaya yang dibuat tahun lalu ini.Nama peraturan baru itu diambil dari orang yang mengajukan, anggota parlemen Irinia Yarovaya. Namanya diambil setelah undang-undang tersebut diresmikan Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Undang-undang ini meliputi pembatasan aktivitas misionaris, kelompok agama, dan pengikut agama non-tradisional," ujar polisi yang menangkap Ugay.Penangkapan Ugay terjadi usai dituduh sesama pengikut festival Nail Nasibulin, merekrut orang muda untuk bergabung dengan organisasinya.Pria 44 tahun itu mengklaim telah mengirim polisi untuk menangkap Ugay lantaran dia disuruh menandatangani kertas kosong. Namun, ujar Nasibulin, dia menolak melakukan hal itu."Saya tidak mau menandatangani kertas yang diberikan (Ugay), karenanya saya memanggil polisi. Saya curiga dia akan merekrut orang muda untuk ikut sekte sesat," ucap Nasibulin.Insiden ini terjadi dua bulan lalu, dan kini Ugay menghadapi pembacaan dakwaan pada sidang pengadilan yang akan berlangsung pekan depan di St Petersburg.Ugay sendiri mengaku dia mengikuti agama Hindu dan membantah menjalankan organisasi berbahaya."Saya tidak menyebutkan nama sebuah organisasi keagamaan tunggal dalam pidato saya. Saya juga tidak mengginakan buku agama tertentu dan tidak menyebutkan nama satu agama tertentu," pungkasnya.

Rekomendasi