Baku tembak dan pengepungan polisi Prancis di Kota St.Denis, hari ini, Rabu (18/11), dilaporkan membidik tersangka utama Abdul Hamid Abu Oud. Sosok pria 28 tahun yang sempat diduga ada di Suriah ini adalah perancang utama serangan Paris pekan lalu.
Tersangka bersama beberapa orang lain dikepung di sebuah apartemen berjarak 2 kilometer dari Stadion Stade de France. Diduga kuat, Salah Abeslam, tersangka lain yang diburu beberapa hari terakhir juga di apartemen yang sama.
Sumber kepolisian Prancis kepada AFP menyatakan tiga orang tewas dalam baku tembak itu, sedangkan beberapa polisi luka tembak. Angka-angka korban pengepungan itu masih terus dikonfirmasi. Dalam penyergapan ini, aparat keamanan melontarkan granat dan bom cahaya.
Hingga berita ini dilansir, belum ada tanda-tanda kontak senjata berakhir yang bermula pukul 04.30 pagi waktu setempat. Polisi Prancis mengerahkan helikopter memantau lokasi penyergapan itu, yang berada di dekat Gereja Basilika St. Denis. Ambulans disiagakan di lokasi.
Abdul Hamid Abu Aud dilahirkan dari keluarga imigran asal Maroko yang besar di Belgia. Nama aslinya belum terdengar sampai kemarin kepolisian Prancis menuduh dia sebagai otak pelaku penyerangan di Ibu Kota Paris, Prancis yang menewaskan 129 orang dan melukai 352 lainnya.
Abu Aud, sejak tiga tahun terakhir bergabung dengan ISIS, pernah mengucapkan rencana menyerang sebuah gedung konser kepada warga Prancis yang baru kembali dari Suriah. Pejabat itu juga menyebutkan Abu Aud sempat berkomunikasi dengan Umar Ismail Mustafa, salah seorang pengebom bunuh diri di gedung Konser Bataclan, Paris, tempat 89 orang tewas.