Aktivis muslim Inggris ini tobat dari gerakan ekstrem

Dia awalnya bergabung dengan kelompok ekstrem di kampus.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya- Reporter
Aktivis muslim Inggris ini tobat dari gerakan ekstrem
adam deen. ©Middle East Eye

Ketika bergabung dengan Yayasan Quilliam pada November tahun lalu, Adam Deen sempat menjadi topik perbincangan di tengah muslim Inggris. Pasalnya, dengan menjadi salah satu pengurus Quillem, Deen kini adalah anggota dari organisasi kontra-terorisme di Inggris.Perjalanan hidup Deen membuat dia menjadi sosok yang menarik di organisasi anti-ekstremis itu. Dia sendiri dulunya adalah sosok militan yang kerap mengecam negara Barat, seperti dilansir situs Middle East Eye, Selasa (8/3).Deen pernah bergabung dalam kelompok al-Muhajirun di Universitas Westminster pada 1995. Dia juga tidak jarang ikut berdemonstrasi mengutuk negara Barat dan mengecam sesama kaum muslim yang moderat.Pria asal London yang orangtuanya dari Turki itu juga mendukung visi al-Muhajirun untuk mendirikan kekhalifahan Islam di muka bumi. Kelompok al-Muhajirun kemudian dilarang pemerintah karena terlibat dalam aksi kekerasan. Pada 2003, dua tahun sebelum pelarangan itu, Deen sudah keluar dari organisasi setelah dikenalkan pemahaman Islam yang berbeda oleh mantan anggota kelompok itu.Hampir satu dekade kemudian, Dia mendirikan Deen Institut, forum tempat muslim berdebat, untuk mengkampanyekan pemikiran kritis bagi muslim Inggris yang kemudian menggiringnya kepada pemikiran yang jauh dari ekstremisme."Konfusius mengatakan dia mencintai kemanusiaan tapi membenci manusia. Jika saya boleh meminjam kata-kata itu, saya mencintai Islam, tapi saya punya masalah dengan muslim," kata dia.

Rekomendasi