71 Persen rakyat Malaysia mengaku puas dengan kepemimpinan Mahathir Mohamad

Ras dan agama selalu menjadi isu sensitif di Malaysia yang multietnis, di mana sebagian besar mayoritas etnis Melayu beragama Islam, sementara minoritas berasal dari etnis Tionghoa dan India yang sebagian besar beragama Buddha, Kristen atau Hindu.

Farah Fuadona
Oleh Farah Fuadona - Reporter
71 Persen rakyat Malaysia mengaku puas dengan kepemimpinan Mahathir Mohamad
Mahathir Mohamad menang Pemilu Malaysia. ©REUTERS/Lai Seng Sin

Hasil survei yang dilakukan lembaga survei independen Merdeka Center menunjukkan sebanyak 71 persen rakyat Malaysia mengaku puas dengan kepimpinan Mahathir Mohamad dalam 100 hari masa kepemimpinannya.

Survei melibatkan 1.160 pemilih yang dilakukan dari 7-14 Agustus. Ini merupakan survei yang dilakukan sejak terpilihnya Mahathir sebagai Perdana Menteri Malaysia pada Mei lalu, menggantikan Najib Razak.

Selain kinerja Mahathir, survei kepuasaan kinerja keseluruhan koalisi Pakatan Harapan (PH) juga menunjukkan hasil positif. Sebanyak 56 persen puas dalam memenuhi janji-janji kampanye, dan 55 persen mengatakan mereka percaya negara itu menuju ke arah yang benar.

Namun, hasil survei menunjukkan kekhawatiran rakyat Malaysia terhadap isu etnis dan agama. Sekitar 21 persen menyebutkan isu-isu tersebut menjadi perhatian. Naik 12 persen dari hasil survei yang dilakukan sebelumnya pada April.

Ras dan agama selalu menjadi isu sensitif di Malaysia yang multietnis, di mana sebagian besar mayoritas etnis Melayu beragama Islam, sementara minoritas berasal dari etnis Tionghoa dan India yang sebagian besar beragama Buddha, Kristen atau Hindu.

"Meskipun demikian, angka-angka positif saat ini mendukung kepuasan umum yang diungkapkan oleh pemilih pada kinerja pemerintah baru pada sejumlah masalah sejak mengambil kekuasaan pada Mei 2018," kata Merdeka dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Channel News Asia, Kamis (16/8).

Keadaan ekonomi tetap menjadi masalah utama, dengan hanya 48 persen yang mengatakan mereka puas dengan cara kerja pemerintah baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Sedangkan 55 persen mengatakan mereka tidak puas dengan langkah-langkah pemerintah untuk mengatasi meningkatnya biaya hidup.

Rekomendasi