CEK FAKTA: Hoaks Menteri Sri Mulyani Akan Jual Pulau Bali untuk Bayar Utang Negara

Dalam artikel tersebut, dituliskan bahwa tahun depan pemerintah akan membayar utang luar negeri dan wilayah Bali akan dijual untuk membayar utang

Fellyanda Suci Agiesta
Oleh Fellyanda Suci Agiesta - Reporter
CEK FAKTA: Hoaks Menteri Sri Mulyani Akan Jual Pulau Bali untuk Bayar Utang Negara
Menkeu Sri Mulyani. ©Biro KLI Kemenkeu

Beredar tangkapan layar berita yang menyebutkan Menteri Keuangan Sri Mulyani akan menjual Pulau Bali untuk membayar utang pemerintah. Dalam artikel tersebut, dituliskan bahwa tahun depan pemerintah akan membayar utang luar negeri dan wilayah Bali akan dijual untuk membayar utang.

"Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, tahun depan pemerintah masih akan berutang untuk membayar bunga utang luar negeri dan jika rakyat mengijinkan wilayah bali kita jual untuk membayar hutang."

Pengunggah tangkapan layar tersebut menuliskan keterangan:

"Bali trjual pul hutang ttp brjln lancar gk bkln bisa brhenti, jd untuk apa d jual .
Jual aja luhut buat bayar utang nya
Emang ny bali milik mukidi!!!"

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, informasi Menteri Sri Mulyani akan menjual Pulau Bali adalah hoaks. Dalam artikel merdeka.com berjudul "Menteri Sri Mulyani soal jual Bali untuk bayar utang: Hoaks!" pada 13 Agustus 2018, dijelaskan bahwa kabar tersebut sudah beredar sejak 2017.

Menteri Sri Mulyani menegaskan kabar bahwa pemerintah menjual daerah Bali untuk bayar utang adalah tidak benar atau hoaks. Menteri Sri Mulyani mengunggah kabar ini melalui akun instagramnya pada Minggu (12/8) malam.

Menteri Sri Mulyani mengatakan ke depan akan menempuh jalur hukum bagi pelaku penyebar berita hoaks ini. Berikut pernyataan Menteri Sri Mulyani yang dikutip pada Senin (13/8):

"Pada bulan Oktober 2017 telah beredar berita fitnah/hoax tentang Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang seolah-olah mengeluarkan pernyataan 'Jika Rakyat Mengijinkan Daerah Bali Kita Jual Untuk Bayar Hutang'. Link berita tersebut telah dihapus dan adminnya juga telah menghilang.

Namun demikian, sebuah akun FaceBook bernama Sandy Yah, pada tanggal 10 Agustus 2018 mengunggah screen shot berita tersebut dan mendapatkan banyak tanggapan serta share.
Berita tersebut adalah FITNAH KEJI dan TIDAK BENAR!

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak untuk diperjual belikan. NKRI sejak diproklamirkan oleh Pendiri Bangsa kita, terus kita jaga kedaulatan dan kemerdekaannya dengan membangun sampai ke pelosok negeri - untuk menciptakan rakyat Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur.
Itu adalah mandat konstitusi UUD 1945 yang kita jalankan secara konsisten dan penuh kesungguhan.
Keuangan Negara, APBN termasuk kebijakan utang negara selalu kita jaga dengan hati-hati dan penuh tanggung jawab - Keuangan Negara, APBN dan utang negara dibahas dan disetujui oleh DPR dalam bentuk UU APBN, dan diperiksa dan diaudit oleh BPK dan dipertanggung jawabkan di depan DPR. Semua informasi, data dan kebijakan dibahas secara terbuka dan disampaikan secara transparan kepada publik melalui website Kemenkeu.
Masyarakat harus semakin hati-hati dan jangan percaya kepada berita fitnah dan berita palsu serta tidak benar seperti di atas.

Peredaran berita FITNAH dan TIDAK BENAR tersebut sengaja dilakukan untuk menyerang Pemerintah, kebijakan Fiskal dan Keuangan Negara secara tidak berdasar, dan untuk menyerang pribadi Menteri Keuangan RI.
Tindakan hukum bagi pembuat dan pengedar berita HOAX akan dilakukan terhadap Pemilik akun bernama Sandy Yah yang mengedarkan berita FITNAH dan TIDAK BENAR."

Kesimpulan

Informasi Menteri Keuangan Sri Mulyani akan menjual Pulau Bali untuk bayar utang pemerintah adalah hoaks. Menteri Sri Mulyani tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Rekomendasi