Drama Rachma di Balik Juara Lomba

Senin, 12 April 2021 15:39:09 Reporter: Merdeka
Drama Rachma di Balik Juara Lomba Rachma juara 1 Kasau Award. ©2021 Merdeka.com

"Saya mau ikut lomba Kasau Award." Begitu kata Henny Rachma Sari dengan percaya diri. Perencanaan segera dimulai. Mengingat waktu tak banyak kompromi.

Mulai soal penentuan tema, story berita, riset, narasumber yang hendak diwawancara, hingga deadline yang disepakati. Awalnya kami berencana mengangkat cerita soal misi penjemputan APD ke China. Tapi berubah di tengah jalan. Diskusi dalam penentuan tema hal biasa di ruang redaksi.

Rachma akhirnya menemukan cerita lebih menarik. Tema akhirnya disepakati. Misi kemanusiaan saat Pandemi Covid-19. Penjemputan WNI di Wuhan. Rachma yang lama wira-wiri di desk nasional, mulai melakukan riset kecil-kecilan.

Setelah tanya kiri-kanan, akhirnya mendapat kontak narasumber yang menangani langsung penjemputan WNI di Wuhan. Proses wawancara sempat tertunda cukup lama. Rachma dan tim harus menyelesaikan tugas liputan khusus satu tahun Pandemi Covid-19.

Satu yang kami yakini. Selama ada niat, pasti ada jalan. Proses wawancara dilakukan Rachma via WA. Tidak tuntas dalam sehari. Harus menyesuaikan perbedaan waktu antara Jakarta dan China. Tentu tidak leluasa, tapi mencoba maksimal dalam wawancara tidak bisa ditawar.

Serpihan data, cerita dan dokumentasi foto sudah terkumpul. Tinggal merangkainya menjadi cerita yang utuh dan menarik. Bukan perkara mudah. Kami ingin cerita ini bisa menjadi teman yang manis bagi pembaca saat ngopi pagi, sore atau malam hari.

"Saya semedi dulu ya," kata Rachma.

Dalam hitungan hari, naskah sudah paripurna. Dengan mengucap Bismillah, judul disepakati '36 Jam Misi Kemanusiaan Jalan Pulang WNI dari Wuhan'. Waktunya menyerahkan naskah ke panitia lomba di Markas Besar TNI, Cilangkap. Drama berlanjut.

Ojek online dilibatkan untuk proses pengiriman. Hari itu, Jumat 26 Februari 2021, naskah lomba dibawa ojek online dari redaksi merdeka.com di Tebet, menuju Cilangkap. Dua hari sebelum tenggat waktu penutupan lomba.

"Abang ojek online ternyata enggak bisa masuk karena salah pintu. Tadinya dokumennya mau dikirim ke Tebet, tapi saya bilang enggak usah. Enggak tahu nasib itu naskah lomba gimana," kata Rachma sambil tertawa mengingat momen dramatis itu.

Tak patah arang. Keesokan harinya, pengiriman kembali dilakukan. Lagi-lagi, jasa ojek online menjadi tumpuan. Kali ini berhasil. Naskah lomba diterima panitia Kasau Award di Cilangkap. Terima kasih untuk bapak ojek online karena naskah selamat sampai tujuan.

©2021 Merdeka.com

Sebulan kemudian, kabar bahagia itu datang. Telepon genggam Rachma berdering. Rachma diminta datang ke Mabes TNI di Cilangkap untuk menerima penghargaan pemenang lomba Kasau Award. Nyaris tak percaya. Karena buat Rachma, kadang semesta suka bercanda.

Panitia lomba Kasau Award menetapkan berita feature Rachma sebagai juara 1. Kado manis untuk Rachma yang sedang berulang tahun.

Pembaca yang baik, ini hanya sekelumit cerita di dapur redaksi. Drama Rachma di balik juara lomba Kasau Award 2021. Dua tahun berturut-turut, awak redaksi merdeka.com menyabet penghargaan Kasau Award. Tahun sebelumnya, Ramadhian Fadillah juga mendapat penghargaan yang sama.

Bagi kami, kualitas produk jurnalistik harus terus dijaga. Hasil akhir yang didapat adalah bonus. Karya jurnalistik yang baik akan menemukan pembacanya. Terima kasih untuk semua pembaca merdeka.com yang sudah membantu kami untuk terus meningkatkan kualitas produk jurnalistik.

[noe]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini