Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Usai tragedi AirAsia, pelatihan pilot hadapi krisis diperketat

Usai tragedi AirAsia, pelatihan pilot hadapi krisis diperketat Ilustrasi pilot. ©Shutterstock.com/Andresr

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau kepada Indonesia Air Asia (IAA) untuk meningkatkan intensitas pelatihan pada pilotnya, khususnya pada pada bidang penanganan krisis atau upset recovery. Kemenhub meminta kepada seluruh maskapai melakukan pelatihan dalam 6 bulan sekali dari semula setahun sekali.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Suprasetyo, mengatakan hal ini bertujuan agar peristiwa kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura yang terjadi pada 28 Desember 2014 lalu, tidak terulang.

"Kami merekomendasikan kepada AirAsia agar meningkatkan pentingnya Standard Call Outs pada seluruh fase penerbangan. Karena kami melihat adanya miskomunikasi antar pilot pada waktu itu, sehingga terjadi kecelakaan," katanya di Gedung Karsa Kantor Kemenhub, Jakarta, Kamis (3/12).

Untuk itu, lanjut Suprasetyo, Ditjen Perhubungan Udara, dalam hal ini Direktorat Keselamatan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU), telah membut tim khusus untuk memastikan seluruh tindakan perbaikan (safety action) dan rekomendasi Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) ditindaklanjuti sesuai dengan Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (CASR) dan ketentuan yang berlaku.

"Tim itu akan melakukan inspeksi dan evaluasi khusus terhadap pengoperasian seluruh pesawat Airbus A320," lanjutnya.

Langkah tersebut terkait dengan berbagai hal, yakni menganalisa dan melakukan tindakan perbaikan terhadap permasalahan teknis yang terjadi pada komponen/sistem RTLU, dan mengevaluasi terhadap prosedur dalam manual teknis dan operasional terkait dengan penanganan masalah yang berulang (repetitive trouble) dan penyelesaiannya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP