UNIDO: Kawasan Industri IWIP Strategis untuk Nikel Global Berkelanjutan

Badan PBB UNIDO menegaskan Kawasan Industri IWIP memiliki peran strategis dalam pengembangan industri nikel global berkelanjutan, menjadikannya percontohan pengelolaan Environmental, Social, and Governance (ESG).

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
UNIDO: Kawasan Industri IWIP Strategis untuk Nikel Global Berkelanjutan
UNIDO menyoroti pentingnya IWIP Kawasan Industri Nikel Berkelanjutan di Maluku Utara sebagai proyek strategis global, memuji komitmen kuatnya terhadap standar ESG. (AntaraNews)

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengembangan Industri (UNIDO) baru-baru ini menyatakan Kawasan Industri Weda Bay (Indonesia Weda Bay Industrial Park/IWIP) memiliki posisi krusial. Pernyataan ini terkait pembangunan berkelanjutan industri nikel di tingkat global.

Managing Director of the Directorate of Technical Cooperation and Sustainable Industrial Development UNIDO, Ciyong Zou, secara langsung mengemukakan hal tersebut. Ia menyampaikannya saat berkunjung ke Indonesia Weda Bay Industrial Park, Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada Jumat (16/1).

IWIP kini ditetapkan sebagai kawasan percontohan pengelolaan nikel berkelanjutan. Penetapan ini merupakan hasil kerja sama antara Tsingshan Holding Group dan UNIDO, menunjukkan komitmen kuat terhadap standar lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Ciyong Zou dari UNIDO menyoroti pentingnya Kawasan Industri IWIP sebagai pusat strategis. Kawasan ini dianggap vital untuk memastikan keberlanjutan industri nikel di seluruh dunia.

UNIDO sangat terkesan dengan penerapan standar ESG oleh para pelaku industri di IWIP. Manajemen kawasan industri ini menunjukkan komitmen yang jelas dan kuat terhadap prinsip-prinsip ESG.

Organisasi PBB ini merasa bangga dapat bermitra dengan IWIP dan entitas swasta lainnya di Indonesia. Kemitraan ini didasarkan pada keberhasilan kerja sama teknis yang sedang berjalan di bidang kawasan industri berwawasan lingkungan (eco-industrial park).

Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) telah resmi ditetapkan sebagai kawasan percontohan atau pilot project. Proyek ini fokus pada pengelolaan kawasan industri nikel berkelanjutan.

Penetapan ini merupakan buah dari kesepakatan antara Tsingshan Holding Group dan UNIDO. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Joint Declaration pada 24 November 2025 di Riyadh, Arab Saudi.

Momen penting ini bertepatan dengan Konferensi Umum UNIDO ke-21 dan Global Industry Summit. Melalui kerja sama ini, Tsingshan, UNIDO, dan IWIP bertekad meningkatkan standar pengelolaan kawasan industri.

Mereka juga mendorong integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam setiap operasional. Hal ini menunjukkan upaya serius dalam menciptakan industri nikel yang bertanggung jawab.

Presiden Direktur PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kevin He, menyatakan penetapan sebagai kawasan percontohan adalah momentum krusial. Ini akan memperkuat penerapan standar keberlanjutan di seluruh kawasan industri.

IWIP berkomitmen penuh mendukung prioritas nasional seperti hilirisasi dan peningkatan nilai tambah. Kawasan ini juga berupaya memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dipastikan menjadi bagian tak terpisahkan dari praktik operasional. Ini merupakan langkah strategis untuk memposisikan Indonesia sebagai pemain kunci.

Upaya ini bertujuan menjadikan Indonesia bagian dari rantai nilai industri nikel global yang berkelanjutan. Dengan demikian, IWIP berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang bertanggung jawab.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi