Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus meningkatkan produksi gabah di wilayahnya. Peningkatan ini diharapkan tidak hanya mendongkrak hasil pertanian, tetapi juga secara langsung meningkatkan kesejahteraan para petani di Sulawesi Barat. Pernyataan ini disampaikan oleh Suhardi Duka saat berada di Kabupaten Polewali Mandar pada Minggu lalu.
Suhardi Duka menjelaskan bahwa upaya peningkatan produksi gabah ini sejalan dengan perbaikan sistem irigasi yang terus dilakukan serta dukungan penuh pemerintah terhadap sektor pertanian. Beliau mendorong agar setiap petani dapat memaksimalkan potensi lahan mereka. Dengan demikian, diharapkan pasokan gabah di Sulbar akan selalu mencukupi kebutuhan masyarakat.
Namun, Gubernur juga mengingatkan bahwa peningkatan produksi harus diimbangi dengan kebijakan pengendalian harga yang tepat di pasar. Hal ini penting untuk mencegah ketimpangan ekonomi yang dapat merugikan salah satu pihak. Keseimbangan harga menjadi kunci agar petani mendapatkan keuntungan yang layak, sementara masyarakat tetap mampu membeli beras dengan harga terjangkau.
Advertisement
Advertisement
Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Harga Beras
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, melalui Gubernur Suhardi Duka, memiliki strategi khusus untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Strategi ini dirancang untuk memastikan bahwa harga tidak terlalu tinggi sehingga membebani konsumen, dan tidak terlalu rendah sehingga merugikan petani.
Suhardi Duka menjelaskan, "Kalau hulunya sudah bagus, kita bawa ke hilir, yaitu harga di pasar. Harga beras tidak boleh terlalu tinggi dan tidak boleh terlalu rendah." Untuk mencapai tujuan ini, pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebagai patokan. Jika harga beras di pasaran turun di bawah HPP, pemerintah akan melakukan pembelian untuk menstabilkan harga dan melindungi petani.
Sebaliknya, apabila harga beras melonjak terlalu tinggi, pemerintah akan melakukan operasi pasar. Langkah ini bertujuan untuk menambah pasokan di pasar dan menekan harga agar kembali stabil. Kebijakan ini memastikan bahwa baik petani maupun masyarakat sama-sama mendapatkan keadilan ekonomi, menghindari situasi di mana salah satu pihak dirugikan secara signifikan.
Advertisement
Gubernur memberikan contoh konkret mengenai pentingnya keseimbangan harga. "Kalau gabah Rp8.000 per kilogram, berarti harga beras bisa Rp16.000 di pasar. Tentu masyarakat tidak mampu. Karena itu pemerintah menetapkan harga sekitar Rp13.500 agar petani tetap untung dan masyarakat tetap bisa membeli," jelasnya, menunjukkan fokus pada daya beli masyarakat.
Advertisement
Dampak Positif Irigasi Lakejo Terhadap Produksi Gabah Sulawesi Barat
Peningkatan Produksi Gabah Sulawesi Barat tidak terlepas dari peran infrastruktur pertanian yang memadai. Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, menyoroti pentingnya sistem irigasi Lakejo sebagai tulang punggung pertanian di wilayah Tapango, Kabupaten Polewali Mandar. Irigasi ini menjadi faktor kunci dalam peningkatan hasil panen petani.
Samsul Mahmud menjelaskan bahwa sistem irigasi Lakejo mengairi sekitar 1.250 hektare sawah di Tapango. Keberadaan irigasi ini memberikan dampak langsung dan signifikan terhadap peningkatan hasil panen. Petani yang sebelumnya hanya mampu menghasilkan 5 hingga 6 ton gabah per hektare, kini dapat mencapai 8 hingga 9 ton per hektare.
Peningkatan hasil panen ini tentu saja membawa angin segar bagi perekonomian petani di Tapango. Dengan produksi yang lebih tinggi, pendapatan petani juga turut meningkat, yang pada gilirannya berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan secara keseluruhan. Ini membuktikan bahwa investasi dalam infrastruktur pertanian seperti irigasi sangat vital untuk kemajuan sektor pangan.
Advertisement
Masyarakat di Tapango sangat bergantung pada irigasi ini. "Masyarakat kami di Tapango sangat bergantung pada irigasi ini. Kalau dulu hasil panen hanya lima sampai enam ton per hektare, sekarang sudah meningkat menjadi delapan sampai sembilan ton per hektare," kata Samsul Mahmud, menegaskan betapa krusialnya peran irigasi tersebut bagi kehidupan mereka.
Sumber: AntaraNews