Terungkap, Asal Muasal Istilah Unicorn Pada Dunia Startup

Senin, 18 Februari 2019 18:57 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Terungkap, Asal Muasal Istilah Unicorn Pada Dunia Startup Ilustrasi startup. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Jirsak

Merdeka.com - Istilah unicorn tengah ramai diperbincangkan usai debat kedua capres. Hal ini usai Calon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo, mempertanyakan strategi Prabowo dalam hal infrastruktur untuk membantu unicorn Indonesia.

Unicorn merupakan istilah yang sering digunakan saat membahas perusahaan rintisan (startup). Unicorn dalam dunia startup tidak ada hubungannya dengan kuda putih bertanduk, walaupun istilah tersebut memang diambil dari makhluk yang sering muncul di legenda Barat tersebut.

Unicorn dipakai untuk menyebut perusahaan rintisan yang memiliki nilai valuasi USD 1 miliar ke atas. Indonesia saat ini memiliki empat unicorn, yaitu GOJEK, Bukalapak, Tokopedia dan Traveloka.

Laman International Business Times menuliskan istilah unicorn pertama kali mengemuka dari seorang investor asal Amerika Serikat yang mendirikan Cowboy Ventures, Aileen Lee, yang awalnya tertarik untuk berinvestasi di salah satu perusahaan yang masuk golongan tersebut.

Dia meriset pada 2013 dan menemukan 0,07 persen dari perusahaan yang mendapatkan dana dari ventura memiliki valuasi di atas USD 1 miliar. Dia ingin membagikan temuannya ini, namun dia perlu menemukan istilah yang tepat untuk perusahaan yang memiliki nilai valuasi tersebut.

"Saya mencoba mencari kata yang mudah digunakan," kata Lee seperti dikutip dari Antara, Senin (18/2).

Dia sempat mencoba kata-kata lain seperti 'home run' dan 'megahit' hingga akhirnya terpikat pada "unicorn". Dia berargumen jarang ada perusahaan rintisan yang mencapai nilai valuasi sebesar itu, meski pun setiap tahun selalu ada startup yang muncul.

Filosofi tersebut sesuai dengan kuda unicorn, yang dijadikan simbol untuk mengungkapkan sesuatu yang langka.

Unicorn kini bukan satu-satunya istilah untuk menunjukkan golongan sebuah perusahaan rintisan. Ada juga istilah 'decacorn' dan 'hectocorn'. Decacorn digunakan untuk menyebut perusahaan rintisan yang memiliki nilai valuasi USD 10 miliar, sementara hectocorn sebesar USD 100 miliar.

Startup Indonesia saat ini baru sampai pada tahap unicorn, namun Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pada Desember lalu meyakini akan ada decacorn di Indonesia pada 2019 ini. [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini