Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Teknologi mesin bisa mematikan pabrik rokok kretek tangan

Teknologi mesin bisa mematikan pabrik rokok kretek tangan rokok kretek. ©2014 merdeka.com/henny rachma sari

Merdeka.com - Ketua Badan Khusus Pengendalian Tembakau Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Widyastuti Soerojo mengatakan jumlah pabrik rokok kretek tangan (sigaret kretek tangan/SKT) terus menurun. Hal ini dikarenakan adanya perubahan selera masyarakat yang lebih menyukai rokok kretek mesin dari pada rokok kretek tangan.

Menurut data dari Kementerian Keuangan, pada 2013 jumlah sigaret kretek tangan sebesar 26,1 persen, menurun dari tahun 2005 sebesar 35,53 persen. Sedangkan untuk jumlah sigeret kretek mesin (SKM) pada tahun 2013 sebesar 66,2 persen, meningkat dari tahun 2005 sebesar 57,52 persen.

"Penurunan ini disebabkan karena banyaknya PHK akibat perubahan preverensi masyarakat yang lebih suka mengkonsumsi rokok hasil buatan mesin daripada tangan. Sigaret kretek itu menguasai kelas menengah dan kecil. Kalau ada penurunan itu berada di yang kalangan bawah karena perubahan selera itu," ujar Widyastuti di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Kamis (21/4).

Sementara itu, Ketua Koalisi Rakyat Bersatu Melawan Kebohongan Industri Rokok, Kartono Mohamad menambahkan dengan adanya perubahan selera tersebut, maka pabrik akan membeli mesin agar pendapatannya meningkat. Hal itu lah yang menyebabkan banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), karena tenaga manusia diganti oleh mesin.

Menurut dia, hal tersebut bisa mematikan pabrik rokok kretek kecil di Indonesia karena mereka tidak mampu membeli mesin. Sedangkan, industri rokok kretek yang dikuasai oleh Sampoerna, Bentoel, Djarum, dan Gudang Garam notabene menggunakan mesin dalam produksinya.

"Industri rokok kretek pakai mesin karena lebih menguntungkan. Karena tidak perlu lagi tenaga manusia. Kalau kita pertahankan kondisi ini sama saja kita menjual rakyat kita kepada industri rokok asing. Pengelinting akan digantikan mesin, tembakau akan diganti tembakau impor," pungkas dia.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP