Tarif Impor Indonesia Tetap Tinggi, Pemerintah Siapkan Tawaran Ini untuk Amerika

Indonesia dan AS sepakat untuk mengintensifkan perundingan tarif dalam tiga minggu ke depan untuk memastikan hasil terbaik bagi kedua belah pihak.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Tarif Impor Indonesia Tetap Tinggi, Pemerintah Siapkan Tawaran Ini untuk Amerika
Tarif Impor Indonesia Tetap Tinggi, Pemerintah Siapkan Tawaran Ini untuk Amerika (Merdeka.com)

Di tengah ancaman tarif impor tinggi dari Amerika Serikat, Indonesia mengambil langkah diplomatik dengan menawarkan kerja sama strategis di sektor energi dan mineral.

Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan penting dengan U.S. Secretary of Commerce Howard Lutnick dan United States Trade Representative Jamieson Greer pada Rabu (9/7).

Pertemuan ini berlangsung hanya dua hari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pengenaan tarif impor sebesar 32 persen terhadap seluruh produk dari Indonesia.

"Kita sudah memiliki pemahaman yang sama dengan AS terkait progres perundingan. Ke depan, kita akan terus berupaya menuntaskan negosiasi ini dengan prinsip saling menguntungkan," ujar Airlangga dalam keterangan resminya, Kamis (10/7).

Salah satu poin strategis dalam pembicaraan adalah tawaran Indonesia untuk memperkuat kerja sama di sektor energi. Khususnya mineral kritis seperti nikel, tembaga, dan kobalt yang merupakan bahan baku penting dalam industri kendaraan listrik dan energi terbarukan.

"AS menunjukkan ketertarikan kuat untuk memperkuat kemitraan di bidang mineral kritis. Indonesia punya cadangan besar dan kita siap mengoptimalkan kerja sama dalam pengolahan sumber daya ini," jelasnya.

Airlangga mengklaim, Indonesia dan AS sepakat untuk mengintensifkan perundingan tarif dalam tiga minggu ke depan untuk memastikan hasil terbaik bagi kedua belah pihak. Menurutnya, hubungan dagang Indonesia dan AS selama ini terjalin baik perlu terus diperkuat.

“Kita ingin meningkatkan hubungan komersial Indonesia dengan AS. Minggu lalu, perusahaan-perusahaan Indonesia di bidang pertanian dan energi telah menandatangani MoU dengan perusahaan-perusahaan AS untuk pembelian produk unggulan AS dan meningkatkan investasi,” tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Trump dalam surat resminya kepada Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa mulai 1 Agustus 2025, Indonesia akan dikenai tarif impor sebesar 32 persen untuk seluruh produknya yang masuk ke pasar AS.

Trump berdalih langkah ini perlu diambil untuk mengatasi defisit perdagangan yang telah lama diderita AS dalam hubungan dagang dengan Indonesia.

Trump juga memperingatkan bahwa apabila Indonesia melakukan aksi balasan, ia akan menaikkan tarif tambahan di luar tarif 32 persen yang telah ditetapkan.

Rekomendasi