Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan tarif impor untuk produk Indonesia sebesar 19 persen. Keputusan ini disambut positif Menteri Perdagangan, Budi Santoso, optimis kondisi ini bisa mendongkrak ekspor Indonesia.
Budi juga menilai, persentase tarif impor untuk Indonesia bahkan bisa berdampak positif terhadap iklim investasi karena jika dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN, Indonesia merupakan negara dengan tarif impor terendah.
"Kalau dulu kita bersaing ekspor ke Amerika itu kan dengan tarif yang sama. Sekarang berarti kita mempunyai kelebihan. Kalau kita mempunyai kelebihan kan berarti ini bisa menarik investasi asing datang," ujarnya di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (17/7).
"Investasi asing datang ke Indonesia untuk bisa ekspor ke Amerika. Jadi ini ada dua yang kita dapatkan, investasi masuk dan yang kedua ekspor kita meningkat," kata Mendag.
Dengan skenario seperti itu, ia percaya bakal turut mendongkrak tingkat daya saing di level nasional. Lantaran kesempatan ekspor ke Amerika Serikat bakal semakin besar.
Advertisement
Pemerintah disebutnya tengah mengidentifikasi 10 produk utama paling kuat untuk bisa diekspor ke Amerika, untuk kemudian ditawarkan kepada calon investor.
"Di setiap produk itu kita juga identifikasi minimal 10 pesaing kita siapa. Kita sampai dengan 1 Agustus ini masih melihat terus pesaing kita itu mau dapet berapa persen (tarif Trump). Ya misalnya produk alas kaki, siapa saja kan 10 pesaingnya itu, dan dapet berapa," urainya.
"Jadi itu otomatis yang 10 tadi juga akan berkaitan dengan investasi itu, investasinya yang kita harapkan yang (ke) 10 (produk) tadi," ungkap Mendag.
Tak hanya tarif Trump, pemerintah pun bakal memaksimalkan peluang dari adanya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) yang telah disepakati.
"Yang kedua, IEU-CEPA kan juga sudah selesai ya, tinggal proses ini aja nanti. Dengan adanya pasar baru di EU di Amerika mudah-mudahan ekspor kita yang kita optimis akan terus meningkat," tuturnya.
"Jadi mendorong ekspor ke Amerika, ke EU juga demikian. Kita sudah identifikasi produk-produk umum kita kan banyak ya. Investasi masuk, ekspor kita meningkat," pungkas Mendag.