Tangkal Dampak Virus Corona, Menteri Sri Mulyani Janji Kerahkan Seluruh Daya Upaya
Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengingatkan kepada seluruh eselon Kementerian Keuangan untuk bersama turut menjaga kondisi ekonomi Indonesia, terutama dari dampak virus corona. Hal itu dia sampaikan saat melantik sejumlah eselon I dan II di Aula Mezzanine, Kementerian Keuangan, Jakarta.
Menteri Sri Mulyani mengatakan, perubahan dan dinamika lingkungan ekonomi global saat ini begitu sangat cepat. Hal itu terjadi dikarenakan tingginya penyebaran virus corona di berbagai negara.
"Itu adalah dinamika dan perkembangan yang harus mampu Anda baca. Itu artinya apa? untuk Indonesia, untuk masyarakat kita, untuk perekonomian kita untuk kondisi sosial, politik kita dan pada akhirnya ke keuangan negara kita," kata dia di Kantornya, Jakarta, Senin (9/3).
Menteri Sri Mulyani mengatakan, dalam upaya meminimalisir dampak virus corona tersebut tidak hanya menjadi tanggungjawab dirinya dan juga jajaran eselon I. Namun, seluruh jajaran Kementerian Keuangan juga secara bersama-sama wajib membantu dalam merespon dari sisi kebijakan fiskal maupun lainnya.
"Ini adalah problem kita semua di jajaran kepemimpinan Kementerian Keuangan Indonesia. Jadi jajaran Kementerian Keuangan harus mampu memiliki kemampuan membaca dan merespon menggunakan instrumen yang kita miliki, dan kemudian muncul kreativitas untuk bisa menjadi bagian dari solusi," kata dia.
"Hari-hari ini kita akan berfokus kepada apa yang menjadi resiko besar dari masyarakat negara dan perekonomian kita dan kita harus berfokus bagaimana memitigasi risiko itu meminimalkan dampaknya (virus corona)," sambung dia.
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBendahara Negara ini menambahkan, adanya virus corona ini turut membuat masyarakat dihinggapi rasa ketidakamanan. Peristiwa tersebut kemudian munculkan disrupsi di sisi produksi maupun dari sisi permintaan.
"Jadi yang tadinya orang pergi keluar untuk makan tidak makan di luar. Orang tadinya travelling tidak travelling, orang tadinya melakukan kumpul-kumpul sesama alumni tidak kumpul itu semuanya akan mempengaruh dimensi dan orang yang tadinya berproduksi mengimpor karena kemarin jalur impor lumpuh dari RRT," jelas dia.
Menteri Sri Mulyani melanjutkan peristiwa sekarang ini memang tidak semua solusinya bisa mengandalkan keuangan negara. Namun, di satu sisi keuangan negara juga memiliki peran penting. Oleh karena itu, kata dia, jangan sampai peranan penting keuangan negara diminimalkan karena kepemimpinan yang tidak baik di jajaran Kementerian Keuangan.
"Dalam konteks inilah pengelolaan APBN 2020 harus betul-betul ditingkatkan kemampuan kita, kewaspadaan kita ketelitian kita untuk bisa menggunakan instrumen APBN itu sebagai salah satu sumber solusi apabila APBN harus menghadapi tekanan kita tidak boleh ikut menjadi bagian yang sakit," jelas dia.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya