Sri Mulyani Sebut Virus Corona Lebih Berdampak ke Ekonomi di Banding Brexit

Jumat, 31 Januari 2020 21:19 Reporter : Dwi Aditya Putra
Sri Mulyani Sebut Virus Corona Lebih Berdampak ke Ekonomi di Banding Brexit Penanganan pasien virus corona di Wuhan. ©THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO/Handout via REUTERS

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, penyebaran virus corona lebih berbahaya dampaknya ke ekonomi ketimbang lepasnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit. Sebab, sejauh ini belum ada penangan pasti akan penyebaran virus berasal dari China tersebut.

"Mungkin kita sekarang lebih konsen mengenai corona, karena magnitude pengaruhnya ini belum seattle karena kita belum tahu penyebarannya, tingkat kematian yang meningkat secara cepat, itu mungkin yang memberikan ketidakpastian," kata Sri Mulyani, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (31/1).

Sri Mulyani mengatakan, peristiwa Brexit sendiri sudah lebih jauh diantisipasi oleh pelaku pasar dan ekonomi. Sehingga secara dampak tidak begitu besar dirasakan di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

"Kalau Brexit sudah lama prosesnya hanya pembahasannya mengenai kalau dia hard brexit berarti seluruh hal yang berhubungan negosiasi antara UK dan Eropa itu menjadi sesuatu," kata dia.

1 dari 1 halaman

Kematian Akibat Virus Corona

virus corona rev1

Seperti diketahui, jumlah kematian akibat virus corona di China terus menanjak menjadi 213 orang hingga Jumat (31/1) pagi. Jumlah orang yang terpapar virus corona jenis baru yang diberi nama 2019-nCoV itu dalam 24 jam terakhir juga bertambah menjadi 9.066 orang dan yang terduga sebanyak 12.167.

Selain itu, terdapat pula 162 orang yang dinyatakan sembuh sehingga sudah bisa meninggalkan rumah sakit, demikian otoritas kesehatan setempat. Seperti dilansir dari Antara, Provinsi Hubei masih menjadi penyumbang kasus terbanyak wabah tersebut, yakni 5.806 orang dinyatakan positif, 204 orang tewas, dan 116 orang dinyatakan sembuh.

Ibu Kota Provinsi Hubei di Wuhan sebagai episentrum virus tersebut juga masih mencatat angka kematian tertinggi dibandingkan dengan daerah-daerah lain di provinsi itu, yakni sebanyak 159 orang. Di Wuhan terdapat 2.639 kasus positif dan 75 orang diizinkan meninggalkan rumah sakit. [azz]

Baca juga:
Pakai Baju Khusus, WNI yang Dipulangkan dari Wuhan akan Langsung Dikarantina
CEK FAKTA: Daftar 36 Kabar Hoaks dan Disinformasi Soal Virus Corona di Media Sosial
China Gunakan Drone untuk Basmi Virus Corona
Cegah Virus Corona, KAI Bagikan Masker untuk Penumpang
Doakan Wabah Virus Corona Cepat Reda, Dispar Bali Gelar Sembahyang Bersama
Evakuasi WNI dari Wuhan, Jokowi Sebut Antrean Indonesia Sudah di Depan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini