Susi Soal Jadi Menteri Lagi: Tidak Ada Kira-Kira, Itu Urusan Presiden

Senin, 7 Oktober 2019 17:17 Reporter : Dwi Aditya Putra
Susi Soal Jadi Menteri Lagi: Tidak Ada Kira-Kira, Itu Urusan Presiden Menteri Susi Pudjiastuti. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Pemerintahan Jokowi-JK sebentar lagi akan berakhir. Selanjutnya tongkat estafet kepemimpinan baru jatuh kepada Jokowi dan Ma'ruf Amin yang telah ditetapkan sebagai pemenang dalam pilpres 2019. Keduanya pun akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku telah memiliki sejumlah kesan-kesan selama lima tahun menjadi pembantu Presiden Jokowi. Sebagai orang baru yang bekerja dengan orang lain, Menteri Susi mengklaim sudah menunjukkan kapasitasnya dalam memimpin lingkungan kementeriannya.

"Saya kan tidak pernah punya pengalaman kerja sama dengan orang, 5 tahun ini pertama kali. Tapi saya senang saya, dengan segala ketidaktahuan bekerja sama orang saya pikir saya bekerja dengan sebaik mungkin," kata Susi ditemui di Natuna, Kepulauan Riau, Senin (7/10).

Dia menilai, sosok Presiden Jokowi adalah pemimpin yang penuh dengan kepercayaan, terutama dalam mengambil sejumlah kebijakan-kebijakan menyangkut dengan masyarakat. Tak hanya itu, sebagai seorang petinggi negara pendelegasian yang diberikan ke beberapa orang pun cukup tepat dan baik.

"Dan Pak Jokowi juga saya pikir seorang pemimpin yang penuh kepercayaan, memberikan pendelegasian, sangat baik ya. Pengalaman saya bagus selama bekerja 5 tahun ini, tidak ada kesan bagaimana, tidak ada," kata dia.

Sementara, saat disinggung mengenai keterlibatan dirinya di kursi Pemerintahan Jokowi Jilid 2 periode 2019-2024, menteri Susi hanya melempar senyum. Dia mengaku tak mau terlalu berandai-andai, mengingat itu adalah kewenangan dari presiden langsung.

"(Kalau ditawari kira-kira jadi menteri?) Tidak ada kira kira. Itu urusan Presiden Jokowi kita tidak boleh bicara jauh," imbuh dia.

Karena terpenting bagi dia adalah menyelesaikan beberapa tugasnya di sisa akhir Pemerintahan Jokowi-JK. Sebab diakuinya, masih ada beberapa pekerjaan rumah yang sekiranya tidak bisa di selesaikan di masa akhir bersama pemerintahan ini. Mulai dari kesejahteraan para nelayan hingga beberapa fasilitas pendukung perikanan.

"Banyak pekerjaan rumah belum selesai. Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) banyak belum semua operasi. Itu harus diselesaikan. Nelayan belum semua sejahtera. Alat alat tangkap yang tidak ramah lingkungan masih ada. Harus ditertibkan meningkatkan ekspor. Lalu meminta eropa untuk nol kan impor tarif seperti Amerika, itu menguntungkan kita USD 500 juta," tandas dia. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini