Strategi Kementan Antisipasi Anjloknya Harga Cabai di Pasaran

Minggu, 29 Agustus 2021 13:00 Reporter : Sulaeman
Strategi Kementan Antisipasi Anjloknya Harga Cabai di Pasaran Cabai merah. ©2019 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan sejumlah antisipasi dalam merespon anjloknya harga cabai di pasaran. Diantaranya dengan meminta para stakeholder, baik pengusaha lokal dan pemerintah daerah untuk membantu penyerapan hasil petani.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Tommy Nugraha mengatakan, saat ini, perlu dukungan pemasaran di level pedagang melalui intervensi pemerintah.

"Maka penguatan intervensi pemerintah di hilir juga harus kuat. Kami mohon para petani kami dibantu agar harga tidak anjlok," ucapnya kepada Merdeka.com, Minggu (29/8).

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Kementan Bambang Sugiharto menambahkan, saat ini, kementeriannya telah menyiapkan mobil berpendingin untuk mengangkut cabai dari lahan dengan gratis. Alias tanpa biaya kirim.

Bahkan untuk pengolahan, Kementan telah memberi bantuan pasca panen bagi petani binaan. "Kami juga telah bersurat pada dinas terkait di 34 provinsi untuk menyerap produk petani. Alokasi anggaran untuk bantuan pasca panen juga telah ada, agar kualitas produksi petani terjaga," imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran keluhkan minimnya daya beli masyarakat. Ia menuturkan tiga jenis cabai mengalami penurunan dan bawang putih juga ikut turun.

"Pasokan banyak, tapi jualnya yang susah," katanya saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (27/8).

Menurut data yang diberikannya, harga cabai merah besar TW turun dari Rp 22 Ribu perkilogram jadi Rp 18 Ribu. Kemudian, cabai hijau besar turun dari Rp 15 ribu jadi Rp 14 ribu perkilogram. Kemudian, cabai keriting hijau turun dari Rp 14 ribu jadi Rp 12 ribu, sementara bawang putih yang juga ikut turun dari Rp 27 ribu jadi 26 ribu perkilogram.

Dari data tersebut, selisih terbesar setelah harga turun dialami cabai merah besar TW dengan selisih sekitar Rp 4 ribu. Keadaan ini memberikan dampak bagi pedagang sebagai sektor hilir. Banyaknya pasokan, dan kurangnya daya beli jadi faktor pendorong kerugian yang dialami pedagang. [azz]

Baca juga:
Harga Pangan Stabil Jadi Momentum Percepat Pemulihan Ekonomi
Harga Cabai Rawit Merosot Hingga Rp42.000 per Kilogram
Awal Bulan, Harga Tomat Meroket Menjadi Rp21.000 per Kg
BPS Catat Inflasi 0,08 Persen di Juli 2021, Dipicu Kenaikan Harga Ikan Kembung
Mengenal Kedaulatan Pangan, Pengertian Beserta Tujuh Pilarnya
Cuaca Ekstrem Bikin Harga Cabai Naik Hingga 12,6 Persen

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini