Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sri Mulyani: Mengelola APBN tidak gunakan prinsip untung - rugi

Sri Mulyani: Mengelola APBN tidak gunakan prinsip untung - rugi Sri Mulyani. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa pemerintah dalam mengelola Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) tidak menggunakan prinsip untung rugi. Pernyataan tersebut untuk menjawab pertanyaan DPR terkait dampak pelemahan nilai tukar terhadap penerimaan negara.

"Kalau dari sisi APBN kita, pendapatan naik Rp 4,7 triliun dengan depresiasi. Tapi belanja kita juga naik Rp 3,1 triliun. Jadi sebetulnya kami tidak menggunakan untung atau rugi. Karena ini yang sering dipelintir. Mengelola APBN itu kami tidak mengelola untung dan rugi," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (10/9).

Sri Mulyani mengatakan, pemerintah mengelola ekonomi Indonesia menggunakan instrumen APBN. Menurutnya, jika instrumen APBN sehat maka pemerintah memiliki banyak instrumen untuk menjaga ekonomi lebih baik.

"Kami mengelola ekonomi Indonesia menggunakan instrumen APBN. Jadi kalau APBN nya sehat kami bisa menggunakan lebih banyak instrumen itu untuk menjaga ekonomi lebih baik lagi. Ini kan sesuai dengan fungsi APBN fiskal sebagai stabilisasi, alokasi dan distribusi," jelasnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menjelaskan, setiap pelemahan Rp 100 per USD menyumbang penerimaan Rp 4,7 triliun dan belanja sebesar Rp 3,1 triliun. Oleh karena itu, keseimbangan APBN sebesar Rp 1,6 triliun apabila melemah Rp 100 per USD.

"Kami sampaikan dengan postur APBN 2018 Rp 100, dari pelemahan Rupiah kita terhadap Dolar mempengaruhi kenaikan penerimaan kita sebesar Rp 4,7 triliun dan belanja juga naik Rp 3,7 triliun. Tapi kenaikan penerimaan lebih tinggi dari belanja sehingga total balance nya adalah positif Rp 1,6 triliun," jelasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP