SKK Migas Pastikan Gangguan Blok Corridor Tak Ganggu Industri dan Kelistrikan RI

Senin, 25 Februari 2019 17:46 Reporter : Merdeka
SKK Migas Pastikan Gangguan Blok Corridor Tak Ganggu Industri dan Kelistrikan RI Aktivitas distribusi Gas Bumi lewat jaringan pipa pantauan SKK Migas. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan, gangguan pasokan gas bumi dari sumur gas Blok Corridor, tidak berpengaruh ke sektor industri dan kelistrikan dalam negeri. Gangguan pasokan gas bumi dari sumur yang dikelola ConocoPhillips tersebut diakibatkan adanya perawatan fasilitas penyalur yang dilaksanakan mulai 23 Februari 2019 sampai 28 Februari 2019.

"Trigger dari Shut Down ini antara lain Suban Compression Project Activities untuk menjaga kehandalan pasokan gas dan perbaikan USM Valve Replacement," kata Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (SKK Migas), Wisnu Prabawa Taher, kepada wartawan, di Jakarta, Senin (25/2).

Menurut Wisnu, rencana perbaikan ini telah dikoordinasikan ConocoPhillips kepada para pembelinya sejak Oktober 2018. Dengan kondisi tersebut ConocoPhillips telah melakukan pengalokasian gas berdasarkan sumber gas dan kontrak eksisting.

Menurut Wisnu, gas yang disalurkan melalui PT Perusahaan Gas Negara (PGN) ke konsumennya yaitu industri dan pembangkit listrik di Batam tidak mengalami gangguan, meski ada perawatan pada fasilitas penyalur gas. Sebab, ConocoPhillips telah mengalihkan pasokan gas ke Singapura untuk memenuhi kebutuhan industri dan pembangkit listrik di Batam.

PGN dari kepemilikan alokasinya saat ini bisa memasok ke Batam sebesar 25 BBTUD. Jatah gas tersebut dibagi sebesar 14 BBTUD untuk PLN Batam dan 11 BBTUD untuk industri.

Untuk menambah pasokan gas ke Batam khususnya sektor kelistrikan Batam dan Bintan yang masih kekurangan gas sebesar 10-17 BBTUD, ConocoPhillips menambah pasokan gas ke Batam dengan mengalihkan pasokan gas yang ke Singapura. Sedangkan pasokan gas ke Singapura tetap dilakukan meski dijaga pada minimum kewajiban sekitar 170 BBTUD.

"Dengan skema alokasi gas tersebut kebutuhan PLN Batam dapat dipenuhi sehingga tidak terjadi pemadaman listrik di Batam," pegawai SKK Migas ini.

Reporter: Pebrianto Eko Wicksono

Sumber: Liputan6

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini