SIMANTAP, Modul Belajar PPATK pada Teller Cs Cegah Pencucian Uang & Pendanaan Teroris

Senin, 11 Februari 2019 10:48 Reporter : Merdeka
SIMANTAP, Modul Belajar PPATK pada Teller Cs Cegah Pencucian Uang & Pendanaan Teroris Modul PPATK untuk Teller bank BUMN

Merdeka.com - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) meluncurkan sistem pembelajaran elektronik (e-learning) dalam upaya melawan pencucian uang dan pendanaan terorisme. Sistem ini disebut Sistem Informasi Pembelajaran APU PPT Perbankan (SIMANTAP).

Sesuai namanya, SIMANTAP diperuntukkan kepada frontliner perbankan agar memiliki program Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT). Program ini dibuat agar memudahkan proses edukasi kepada frontliner perbankan di seluruh Indonesia.

Edukasi yang dapat berlangsung bertahun-tahun pun menjadi semakin singkat lewat aplikasi yang bisa diakses lewat smartphone dan laptop ini pada simantap.ppatk.go.id.

"Jumlah bank umum 114 bank, tersebar di seluruh Indonesia. Terbayang bila penguatan kompetensi mereka kalau secara pertemuan di kelas, maka akan sangat terbatas yang bisa dijangkau. Bila dengan model e-learning maka (modul) 5-10 tahun bisa (dipelajari) dalam sebulan," jelas Deputi Bidang Pencegahan PPATK Muhammad Sigit, pada acara Grand Launching SIMANTAP, di Jakarta, Senin (11/2).

Sigit menyebut, PPATK memerlukan pelaporan berkualitas dari pihak perbankan, sehingga peran frontlinners yang langsung bertemu pelanggan amat penting. Yang termasuk kategori ini adalah teller, customer service, dan marketing.

Rencananya, ada sertifikasi bagi yang mengikuti program oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Tes-tes yang tersedia di SIMANTAP juga sesuai standar BNSP. Sigit juga mengapresiasi peran pihak Amerika Serikat (AS) dalam membangun modul SIMANTAP.

Perwakilan United States Agency of International Development (USAID), Anders Matius, menyebut bangga bisa bekerja sama dengan Indonesia dan PPATK melawan pendanaan terosime global. Dia berharap sistem ini menjadi standard bagi perbankan yang sudah lebih dulu mengembangkan sistem serupa.

"Beberapa bank sudah lebih dulu mengembangkan modul e-learning mereka. AS mengapresiasi usaha tersebut, dan harapannya sistem ini bisa membuat standard baru bagi staf perbankan untuk mengenali aktivitas mencurigakan," ujarnya.

Modul

Ada enam modul yang dapat dipelajari dan dilengkapi pre-test dan post-test bersifat pilihan ganda.

1. Rezim Anti Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme di Indonesia
2. Prinsip mengenali pengguna jasa
3. Kewakiban pelaporan bagi penyedia jasa keuangan
4. Identifikasi pelaporan transaksi
5. Tipologi
6. Red flag

Para pelajar tak hanya diajarkan mengenai teori dan Undang-Undang, melainkan cara mengenali pribadi yang melalukan transaksi mencurigakan.

Saat ini, SIMANTAP dari PPATK memang ditujukan kepada frontliners. Selanjutnya, e-learning ini akan dikembangkan kepada manager, kepala cabang, hingga direksi.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6 [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini