Setoran TKI & Peningkatan Pariwisata Jadi Cara Cepat Tekan Defisit Transaksi Berjalan

Jumat, 24 Mei 2019 20:42 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Setoran TKI & Peningkatan Pariwisata Jadi Cara Cepat Tekan Defisit Transaksi Berjalan Turis berjemur di Kuta. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Roeslani membocorkan langkah cepat untuk menekan defisit transaksi berjalan. Langkah-langkah tersebut menurut dia ampuh dan sangat cepat.

"Untuk mengatasi current account defisit kita ada kok caranya yang cepat. Apa contohnya. Kita sudah bahas di Kadin misalnya remitence dari TKI," kata dia saat ditemui, di Jakarta, Jumat (24/5).

Sebagai contoh, dia membandingkan remitansi Indonesia dengan Filipina. Dengan jumlah tenaga kerja di luar negeri yang sama, remitansi Indonesia lebih kecil dibandingkan Filipina.

"TKI kita 3 juta atau 4 juta remitence-nya berapa kurang lebih USD 10 miliar. Filipina dengan jumlah yang sama, remitence-nya USD 30 miliar. Nah dengan meningkatkan skill, sedikit bisa berbahasa Inggris dari para TKI kita itu akan meningkatkan juga pendapatan," jelas dia.

"Vokasi, tujukan pada TKI berikan dia pendidikan bahasa Inggris. Karena apa jumlah TKI kita sama dengan Filipina, kita remitence-nya USD 10 miliar, Filipina USD 30. Kalau kita bisa meningkatkan ke USD 30 miliar, sudah tertutup USD 20 miliar defisit kita. Defisit kita USD 30 miliar," imbuhnya.

Sektor kedua yang dapat ditingkatkan adalah pariwisata. Pariwisata juga merupakan cara cepat untuk mengatasi masalah defisit transaksi berjalan. "Kedua di sektor pariwisata. Ini bisa ditingkatkan dengan cepat. Kalau kita bangun manufaktur ini kan take time,"

Saat ini sektor pariwisata Indonesia masih kalah dengan negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia. "Tapi kalau pariwisata, pariwisata kita ini masih tertinggal dengan Thailand yang 40 juta (jumlah wisatawan), Malaysia yang 35 juta. Cara cepat untuk current account defisit menurut saya ada dua, satu remitence satu turis, dengan dua itu saja surplus kok," ujar dia.

"Tapi ini kan tidak pernah terpikirkan sama yang lain gitu. Dan ini quick win, cepat. Bisa dilakukan? Bisa. Break through yang macam ini yang harus didorong. Dan kita menyampaikan kepada pemerintah. Simple kok. Bisa kok. Sebenarnya kalau kita kreatif bisa break through kebijakan seperti ini," tandasnya. [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini