Sempat Jadi Calo Tiket Pesawat, Begini Kisah Sukses Pendiri Maskapai Lion Air
Merdeka.com - Semua masyarakat di Indonesia mungkin kenal atau tahu dengan maskapai penerbangan Lion Air. Ya, Lion Air dikenal sebagai maskapai yang memberikan penerbangan dengan tarif yang murah dibandingkan dengan maskapai lainnya.
Lion Air berdiri pada tahun 1999 dan penerbangan pertama kalinya di tahun 2000 dengan pesawat Boeing 737-200 dari Jakarta ke Pontianak.
Namun apakah Anda mengetahui siapa pemilik dibali maskapai ini?
Melansir dari laman Lion Air, Sabtu (20/5), pendiri sekaligus pemilik maskapai Lion Air ini adalah Rusdi Kirana bersama saudaranya Kusnan Kirana.
Rusdi Kirana adalah salah satu pendiri Lion Air, menjabat sebagai Presiden Direktur hingga tahun 2014. Beliau terus terlibat aktif dalam arah strategis jangka panjang Lion Group, termasuk Lion Air. Sementara Kusnan Kirana adalah co-founder dan telah menjabat sebagai Presiden Komisaris kami sejak 2019.
Di balik kesuksesan seseorang pun ada cerita perjuangan untuk mencapai hal yang diinginkan. Begitu pula yang dirasakan Rusdi, pria kelahiran Cirebon pada 17 Agustus 1963 terlahir dari keluarga sederhana, di mana orang tuanya merupakan seorang pedagang.
Dia mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila. Awal memulai karirnya di berprofesi sebagai penjual mesin ketik, dan tak lama dari situ, bersama sang saudara Kusnan Kirana membangun sebuah biro perjalanan bersama.
Setelah menyelesaikan studi S1-nya, Rusdi pun memulai bisnis barunya yakni travel agent yang diberi nama Lion Tour. Orang-orang pun mengenal dirinya sebagai seorang penjual tiket penerbangan atau calo tiket.
Namun, seiring berjalannya waktu dan pengalaman yang dimilikinya, pada tahun 1999 Departemen Perhubungan saat itu melakukan deregulasi industri penerbangan. Melihat adanya peluang, Rusdi pun memulai bisnis penerbangannya.
Dengan modal hanya sekitar Rp80 miliar, dia bersama Kusnan akhirnya mendirikan Mentari Lion Airlines pada 2 September 1999 dan penerbangan pertama kalinya sukses yakni dengan menggunakan pesawat Boeing 737-200 dari Jakarta ke Pontianak.
Pada tahun 2018 telah mengangkut 36,8 juta penumpang hampir 35 persen dari seluruh penumpang udara di negara ini ke pulau, kota, dan komunitas di nusantara.
"Sejak 2018, kami telah memperluas layanan penumpang kami secara strategis untuk memilih pasar internasional termasuk Singapura, Malaysia, Arab Saudi, dan Tiongkok," dikutip dari laman website resmi Lion Air.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya