Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Semester I-2020, Total Pembiayaan Baru Adira Finance Turun 47 Persen

Semester I-2020, Total Pembiayaan Baru Adira Finance Turun 47 Persen Adira Finance. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance mencatatkan penurunan total pembiayaan baru hingga 47 persen yoy di semester I-2020 menjadi Rp 10,1 triliun. Penurunan ini sejalan dengan penurunan yang tajam pada industri otomotif selama 15 tahun terakhir.

Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila mengatakan, lesunya penjualan sejalan dengan penurunan pada sektor industri otomotif. Hal ini disebabkan oleh lesunya daya beli masyarakat akibat penerapan peraturan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah daerah.

"Di mana PSBB ini, sebagian besar aktivitas ekonomi diberhentikan. Sehingga berdampak pada pada pembiayaan mobil dan motor," kata dia dalam virtual press conference atas Kinerja Semester I Tahun 2020, Selasa (4/8).

Angka ini berasal dari penurunan penjualan mobil baru ritel domestik sebesar 42 persen yoy atau mencapai 291 ribu unit di semester I 2020. Sementara itu, penjualan sepeda motor baru ritel domestik juga tercatat sebesar 2,0 juta unit atau menurun sebesar 36 persen yoy pada semester I-2020.

Total penjualan segmen sepeda motor dan mobil masing-masing mengalami penurunan menjadi Rp 4,7 triliun dan Rp 3,6 triliun di kuartal awal tahun ini. Sementara, segmen non-automotive tercatat sebesar Rp 1,8 triliun.

Dengan kondisi itu, sekitar 67 persen dari bisnis Adira itu menyangkut pembiayaan baru kendaraan baik motor dan mobil yang berdampak signifikan pada penjualan.

Penjualan secara ritel ini mengacu pada penjualan yang dilakukan dari dealer ke pelanggan, dimana mencerminkan bisnis perusahaan multifinance dalam menyediakan pembiayaan, dalam segmen ritel ini. Sedangkan penjualan wholesales mengacu kepada penjualan dari manufaktur ke dealer.

Made menjelaskan, pihaknya akan tetap berupaya untuk kembali menggeliatkan penjualan produk otomotif, khususnya motor dan mobil, seperti dengan memaksimalkan penjualan di era kebiasaan baru. "Karena kita yakini di era kebiasaan baru ini akan ada pemulihan ekonomi nasional. Mengingat berbagai aktifitas bisnis akan kembali berjalan," tukasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP