Sarinah kokoh berdiri meski digoyang isu miring
Merdeka.com - Saat meresmikan gedung Sarinah pada 15 Agustus 1966, Presiden Soekarno digoyang isu miring mengenai tujuan pembangunan pusat perbelanjaan pertama di Indonesia tersebut.
Kala itu, Soekarno digoyang isu bahwa proyek Sarinah merupakan proyek yang dibangun hanya untuk menggambarkan kekuatan dan kegagahan Bung Karno. Terlebih, pada waktu yang bersamaan, tengah dibangun Gelora Bung Karno yang juga dikaitkan dengan hegemoni Seokarno.
Setelah 46 tahun berdiri, tepatnya ketika memasuki pertengahan tahun 2008, Sarinah kembali digoyang isu miring. Kali ini, gedung 15 lantai yang berdiri di jantung Kota Jakarta tersebut, diisukan miring 5 derajat. Beredar kabar bahwa, kondisi tanah tempat bangunan sejarah tersebut berdiri lembek.
Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan (P2B) DKI Jakarta mencatat, kemiringan terjadi di bangunan ATM sebelah gedung utama. Penyebabnya, terjadi penyedotan air tanah yang tidak terkendali dan beban gedung.
Kabar tersebut tidak serta merta dipercaya. Terlebih jika melihat konstruksi gedung di mana tiang pancang gedung Sarinah menembus hingga lapisan tanah paling keras. Perancang konstruksi Gedung Sarinah adalah Roosseno yang selanjutnya dikenal sebagai Bapak Beton Indonesia. Dengan kata lain, pondasi lebih kuat dibanding gedungnya.
Namun, untuk mengantisipasi segala kemungkinan, konsultan struktur Gedung Sarinah PT Decon, memasang alat monometer. Alat itu untuk mengetahui apakah ada pergerakan tanah dan penurunan tanah.
Pihak PT Decon saat itu menjelaskan bahwa penurunan tanah tidak terjadi di gedung utama Sarinah. Penurunan terjadi di sekitar Gedung Sarinah, yaitu di lahan parkir dan di gerai ATM yang pernah dibongkar.
Bangunan gerai ATM yang miring secara konstruksi terpisah dari gedung utama. Bangunan itu baru berdiri sekitar tahun 2003. Bangunan tersebut memang sangat berat dengan fondasi hanya berupa beton.
Hingga kini, bangunan yang menjadi ikon pusat perbelanjaan modern pertama di Indonesia tetap berdiri kokoh. Gedung Sarinah juga menjadi simbol gedung modern yang menggunakan eskalator pertama di dalam negeri.
Pasang surut perjalanan 50 tahun Sarinah, memang tidak mudah. Terlebih, Sarinah kini harus bersaing dengan pusat perbelanjaan lain yang lebih modern dan sanggup menarik perhatian konsumen. Sarinah berusaha tetap kokoh berdiri meski berada di pusaran pembangunan mal modern yang menghiasi ibukota.
Untuk bisa bertahan. Sarinah mulai berbenah dan merangkai kembali kejayaannya sebagai ikon pusat perbelanjaan ternama di Indonesia. Luas bangunan akan diperluas lima kali lipat dari saat ini. Sarinah yang telah berusia 50 tahun ini memiliki seluas 3.000 meter persegi.
Rencananya, bangunan akan diperluas menjadi 17.000 meter persegi. "Mengganti nama bangunan lama menjadi Sarinah Square," ungkap Direktur Utama PT Sarinah persero Jimmy M Rifai saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Senin (28/5).
Rencana tersebut akan direalisasikan tahun ini. Tidak tanggung-tanggung, Sarinah akan mengambil banyak peran dalam ekspansinya. Jika dulu Soekarno hanya menjadikan Sarinah sebagai pusat perbelanjaan modern, nantinya Sarinah akan dilengkapi dengan hotel.
(mdk/oer)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya