Sandiaga: Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen Berat Tapi Bukan Tidak Mungkin

Kamis, 24 Oktober 2019 21:08 Reporter : Darmadi Sasongko
Sandiaga: Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen Berat Tapi Bukan Tidak Mungkin Sandiaga Uno di Universitas Brawijaya. ©2019 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo bertekad membawa Indonesia masuk dalam 5 (lima) besar ekonomi dunia dengan Produk Domestik Bruto (PDB) pada pada 2045 ditargetkan mencapai USD 7 triliun. Salah satu syaratnya pertumbuhan ekonomi harus berada dalam kisaran 7-8 persen.

Mantan Cawapres Sandiaga S Uno menyatakan, para menteri kabinet Indonesia Maju di bawah Jokowi-Ma'ruf harus bekerja keras mewujudkan target tersebut. Lewat komposisi kabinet yang baru dibentuk tersebut harus muncul inovasi-inovasi tak biasa.

"(Berat) Tapi tidak impossible, caranya harus think out the box dan saya ingin memberikan kesempatan itu. Tidak usah terlalu dikomentari, biarkan mereka bekerja dan jangan terlalu dikomentari harus ini-harus ini, biarkan mereka mengeksekusi program kerja, mandatnya sudah jelas," kata Sandiaga di Universitas Brawijaya Malang, Kamis (20/10).

Kata Sandiaga, tidak mungkin target pertumbuhan ekonomi tersebut ditempuh jika tidak didorong dengan penciptaan lapangan kerja berbasis kewirausahaan. Sehingga memang generasi muda didorong menjadi wirausaha sehingga tercipta lapangan kerja baru.

"Kita tidak akan mampu bertumbuh tanpa adanya dorongan generasi muda yang siap terjun menjadi wirausaha-wirausaha yang mendorong terciptanya lapangan kerja baru. Ini yang menjadi pekerjaan rumah kita. Menteri-menteri tentunya punya mandat yang disampaikan kita beri kesempatan kerja," urainya.

Sandiaga menegaskan, tidak ingin banyak berkomentar tentang kabinet yang baru dibentuk, kecuali mendorong untuk bekerja keras. Namun, dirinya tetap akan bersikap kritis guna memberi masukan positif. "Saya akan sampaikan apa adanya karena saya di luar pemerintahan," katanya.

Kritik positif dengan semangat membangun nantinya akan disampaikan secara periodik apalagi dengan statusnya yang berada di luar pemerintahan. "Saya bisa menyampaikan apa adanya dan memberikan semangat untuk sebuah perubahan. Kalau kita lihat kebijakannya baik ya harus kita dorong, tapi kalau ada kebijakan yang salah jangan khawatir kalau kita bermusuhan, tapi justru memberikan kritikan yang bersahabat," urainya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini