Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rupiah relatif stabil di tengah ketidakpastian arah kebijakan Trump

Rupiah relatif stabil di tengah ketidakpastian arah kebijakan Trump Agus Martowardojo. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan nilai tukar Rupiah bergerak relatif stabil dengan kecenderungan menguat di tengah peningkatan ketidakpastian terkait arah kebijakan AS. Rupiah sempat mengalami tekanan pada triwulan IV-2016, secara point to point Rupiah melemah sebesar 3,13 persen menjadi Rp 13.473 per Dolar AS.

"Tekanan terhadap Rupiah antara lain berasal dari meningkatnya ketidakpastian global terkait Pilpres AS, kenaikan FFR dan meningkatnya kebutuhan dolar AS untuk pembayaran utang luar negeri pada akhir tahun," ujar Agus di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (16/2).

Namun demikian, Agus mengatakan Rupiah kembali menguat sebesar 0,9 persen menjadi Rp 13.352 pada Januari 2017. Penguatan ini seiring dengan aliran modal asing yang kembali masuk ditopang oleh persepsi positif investor terhadap perekonomian domestik.

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus mewaspadai perkembangan risiko ketidakpastian keuangan global dan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar agar sesuai fundamental dengan tetap menjaga bekerjanya mekanisme pasar," katanya.

Sementara itu, Agus menegaskan inflasi tetap terkendali meskipun mengalami tekanan yang meningkat di awal tahun ini. Inflasi IHK (Indeks Harga Konsumen) pada Januari 2017 tercatat sebesar 0,97 persen, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 0,42 persen.

"Kenaikan inflasi tersebut terutama disumbang oleh kelompok administered prices dan kelompok inti. Sementara itu, inflasi volatile food relatif terkendali dan tercatat rendah sejalan dengan koreksi harga beberapa komoditas pangan," jelasnya.

Sementara, inflasi administered prices meningkat dari bulan sebelumnya terutama didorong oleh kenaikan biaya administrasi perpanjangan STNK, tarif listrik, dan Bahan Bakar Khusus (BBK). Inflasi inti mengalami peningkatan namun masih terkendali yaitu sebesar 0,56 persen atau 3,35 persen year to year.

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dalam pengendalian inflasi terutama dalam menghadapi sejumlah risiko terkait penyesuaian administered prices. Hal tersebut sejalan dengan kebijakan lanjutan reformasi subsidi energi oleh Pemerintah dan risiko kenaikan harga volatile food. Dengan langkah-langkah tersebut, inflasi 2017 diprakirakan akan tetap berada pada sasaran 4±1 persen," pungkasnya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP