Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rupiah merosot, Menko Darmin bandingkan nilai tukar RI dengan Malaysia & Thailand

Rupiah merosot, Menko Darmin bandingkan nilai tukar RI dengan Malaysia & Thailand Darmin Nasution. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution angkat suara terkait pelemahan nilai tukar Rupiah. Saat ini, kurs Dolar menghantam Rupiah hingga melewati level 14.000 per USD.

Mantan Gubernur BI tersebut mengatakan, pada momen seperti saat ini, Rupiah memang berpotensi besar untuk terus melemah. Ini karena neraca transaksi berjalan Indonesia mengalami defisit.

"Negara kita itu negara yang transaksi berjalannya itu ya memang defisit, beda dengan Malaysia dan Thailand, itu tidak defisit. Sehingga sebenarnya memang ada potensi ketidakseimbangan antara supply dan demand valas," kata Menko Darmin saat ditemui di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Rabu (9/5).

Selain itu, di Malaysia dan Thailand mewajibkan semua valas hasil ekspor yang masuk untuk disimpan di bank dalam negeri mereka. "Malaysia itu sama Thailandd itu mewajibkan valas itu masuk ke negaranya kalau di Malaysia harus dimasukkan ke bank selama 6 bulan kalau gak salah. kalau Thailand itu harus ditukar dengan Thai Bhat semua ekspor mereka," ujarnya.

Sementara di Indonesia, valas yang baru masuk dari hasil ekspor bisa langsung dikeluarkan sebab tidak ada aturan yang melarangnya. "Karena undang-undang kita bebas sekali di mana hasil ekspor itu hanya bisa kita wajibkan karena UU nya melarang untuk mengatur terlalu jauh, hanya bisa kita wajibkan masuk, besoknya keluar lagi dia."

Kendati demikian, Menko Darmin mengatakan pelemahan nilai tukar tidak saja dialami oleh Rupiah, namun hampir semua negara saat ini mata uangnya melemah terhadap USD.

"Memang tidak semua negara juga melemahnya seperti kita, tapi ada sejumlah negara terutama negara besar yang melemah seperti kita. Jadi, intinya adalah situasi itu memang kita juga gak ingin seperti itu. Tapi, jangan dibaca itu sudah bencana, karena eksportir itu senang dia kalau tadinya 1 USD dia dapatnya 13.600 sekarang dapatnya 14.000. Yang senang tuh ada, jadi jangan disamaratakan seolah-olah semua orang susah."

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP