Rencana Maskapai Asing Masuk RI Dinilai jadi Puncak Kekesalan Jokowi

Rabu, 19 Juni 2019 17:39 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Rencana Maskapai Asing Masuk RI Dinilai jadi Puncak Kekesalan Jokowi Ilustrasi Pesawat. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan akan mengundang maskapai asing untuk buka rute domestik guna menekan harga tiket pesawat yang saat ini dinilai terlalu mahal.

Wakil Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Raineir H. Daulay menilai, pernyataan tersebut merupakan puncak kekesalan seorang Presiden atas mahalnya harga tiket pesawat yang ikut menumbangkan industri lain seperti pariwisata, perhotelan hingga pusat oleh-oleh.

"Maskapai asing saya kira tidak jadi solusi dari tiket mahal, menurut saya usulan pak Jokowi itu puncak kekesalannya saja. Yang terjadi saat ini carut marutnya harga tiket pesawat memberi dampak berat buat industri pariwisata," kata dia dalam sebuah acara diskusi di Kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (19/6).

Seperti diketahui, harga tiket pesawat mulai merangkak naik sejak akhir tahun lalu bertepatan dengan high season liburan natal dan tahun baru. Namun, harga tiket pesawat rupanya tak kunjung kembali turun dan tetap dalam kondisi mahal bahkan hingga periode angkutan lebaran 2019.

Padahal, lanjutnya, masa-masa lebaran merupakan momen terbaik bagi industri pariwisata. Namun dikarenakan harga tiket pesawat mahal, masyarakat jadi enggan bepergian.

"Menteri Perhubungan angkat tangan, sampe viral itu kan di media sosial, Menteri BUMN (bilang), wah saya enggak punya kewenangan, akhirnya lama-lama kita capek juga, sementara bisnis kita sudah sangat berat," ujarnya.

Dia mengungkapkan, pariwisata khususnya di luar jawa mendapat pukulan paling pahit akibat mahalnya tiket pesawat tersebut. Penurunan cukup signifikan antara 20 hingga 40 persen.

"Malam takbiran kemarin contohnya, ditempat orang pulang kampung terutama, Makassar itu cuma 25 persen okupansinya, Sumatera Barat 40 persen, Bali turun 12 persen. Biasanya 100 persen itu waktu Lebaran, orang daerah itu satu-satunya Lebaran kesempatan pulang kampung, jadi di luar Pulau Jawa itu terasa," tutupnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini