Advertisement
Realisasi investasi di megaproyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sudah mencapai Rp35 triliun.
Ditargetkan, akhir tahun 2023, realisasi investasi tembus Rp45 triliun.
Padahal proyek pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur ini membutuhkan anggaran Rp466 triliun.
Advertisement
ujar Deputi Bidang Pembiayaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono, dalam media briefing pada Senin (20/11).
Agung menjelaskan, nilai Rp35 triliun yang dihimpun pemerintah tersebut dalam bentuk proyek.
Dalam waktu dekat, akan ada tambahan investasi dalam bentuk proyek yang nilainya Rp10 triliun.
"Saat ini adalah Rp35 triliun ini nilainya dalam bentuk proyek. Dan next groundbreaking ditargetkan 10 (Rp10 triliun) lagi," kata Agung.
Advertisement
Agung menjabarkan, realisasi investasi terbagi menjadi beberapa tahap pembangunan tahap pertama atau groundbreaking.
Misalnya saja, pada groundbreaking tahap pertama, nilai investasi yang terealisasi sebesar Rp23 triliun.
Pada tahap ini, proyek yang dikerjakan yaitu pembangunan mal, hotel, perkantoran, dan ruang terbuka hijau.
Perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam konsorsium ini yaitu Agung Sedayu Group, Adaro, Sinarmas, Mulia Group, Astra, Alfamart dan lainnya.
Advertisement
Advertisement
Proyek yang dibangun pada tahap ini yaitu rumah sakit dan institusi pendidikan.
Mayapada Hospital, Jakarta Intercultural School, Pakuwon Group, turut menjadi konsorsium pada groundbreaking tahap 2.
Di penghujung 2023, Otorita IKN menargetkan realisasi investasi sebesar Rp10 triliun dapat terlaksana saat groundbreaking pembangunan Kebun Raya dan Reforestasi Hutan IKN, Crowd-sourcing untuk Reforestasi.
"Kita maraton betul, September, November, Desember, tapi waktunya tentunya kita menunggu dari Bapak Presiden, dan kita targetkan Rp10 triliun lagi supaya capai target Rp45 triliun,"
Advertisement
kata Agung mengakhiri.