Volume Perdagangan Naik 64 Kali Lipat, Tokocrypto Siapkan Fitur AI

Langkah besar Tokocrypto dimulai saat terdaftar resmi di Bappebti pada 2019, yang kemudian disusul oleh akuisisi strategis oleh Binance.

Cinta Najwa Fauzi
Oleh Cinta Najwa Fauzi - Reporter
Volume Perdagangan Naik 64 Kali Lipat, Tokocrypto Siapkan Fitur AI
Calvin Kizana, CEO Tokocrypto di Perayaan 8 Tahun Tokocypto, Jumat (18/09/2026).

 

Mengusung tema "8 Years in Motion", Tokocrypto resmi merayakan perjalanan delapan tahun perusahaannya di industri kripto Tanah Air. Didirikan sejak 2018, platform ini telah bertransformasi dari sekadar startup lokal menjadi salah satu pemain utama aset digital terdepan di Indonesia.

Langkah besar Tokocrypto dimulai saat terdaftar resmi di Bappebti pada 2019, yang kemudian disusul oleh akuisisi strategis oleh Binance, exchange kripto terbesar di dunia pada 2022. Puncaknya, Tokocrypto berhasil mengantongi lisensi penuh sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) pada 2024, hingga kini resmi berstatus Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kini, kepercayaan masyarakat tecermin dari basis penggunanya yang telah menembus lebih dari 5 juta orang. Pertumbuhan ini juga diiringi lonjakan transaksi yang signifikan, di mana volume perdagangan Over The Counter (OTC) melesat hingga 64 kali lipat dibandingkan semester kedua tahun 2025.

Pada periode yang sama, jumlah pengguna aktif tumbuh melampaui 75 persen, sementara referral ritel melejit hingga lebih dari 716 persen.

Inovasi Produk: Dari Perdagangan Futures hingga Saham Ter-tokenisasi

Pijakan kokoh tersebut mendorong Tokocrypto untuk terus melangkah lebih jauh. Head of Product and Engineering Tokocrypto, Dematio, mengungkapkan bahwa perusahaan tengah bersiap menghadirkan ragam inovasi baru, salah satunya adalah perdagangan Futures.

Berbeda dari perdagangan spot yang mewajibkan investor membeli aset dan mengandalkan kenaikan harga untuk mendapat untung, fitur Futures memungkinkan pengguna mengambil posisi long (naik) maupun short (turun). Ini memberi fleksibilitas bagi para trader untuk tetap meraih peluang keuntungan di berbagai kondisi pasar.

Meski demikian, Tokocrypto menyadari bahwa fitur Futures membawa risiko lebih tinggi akibat adanya fasilitas leverage. Untuk menjaga keamanan investor, akses ke produk ini akan dibatasi khusus bagi pengguna yang berpengalaman, lengkap dengan fitur manajemen risiko serta edukasi yang mendalam.

"Target kami sebetulnya akhir tahun ini. Namun, kami bekerja sangat erat dengan OJK demi memastikan seluruh regulasi dan compliance terpenuhi dengan baik," ujar Dematio di Jakarta, dikutip Selasa (22/9).

Selain Futures, Tokocrypto juga terus memperluas ekspansinya di lini saham ter-tokenisasi (tokenized stock). Saat ini, sudah ada lebih dari 40 aset saham internasional ter-tokenisasi yang dapat diperdagangkan di platform Tokocrypto.

"Kemajuan tokenized stock ini sudah sangat dinamis dan perbedaannya makin tipis dengan saham konvensional. Target kami hingga akhir tahun, semoga bisa mendapatkan persetujuan hingga 100 tokenized stock," tambah Dematio.

Integrasi AI Trading: Trade Smarter, Not Harder

Sebagai penutup deretan inovasinya, Tokocrypto tengah menyiapkan fitur AI Trading. Inovasi berbasis kecerdasan buatan ini dirancang untuk memberikan analisis mendalam, memantau pergerakan pasar secara real-time, serta membantu pengguna menangkap peluang perdagangan secara lebih cepat dan praktis.

"Filosofinya cukup simpel: Trade smarter, not harder. Fitur ini hadir agar pengguna bisa mendapatkan wawasan pasar secara instan dan memantau peluang kapan saja serta di mana saja," tutup Dematio.

Memasuki usia ke-8, Tokocrypto tidak sekadar merayakan rekam jejaknya sebagai pemimpin pasar, tetapi juga mempertegas komitmennya untuk menghadirkan ekosistem investasi digital yang makin lengkap, cerdas, dan aman bagi investor Indonesia.

Rekomendasi