Tertinggi Sepanjang Sejarah, Harga Gula Tembus Rp17.000 per Kg

Kenaikan harga gula ini jauh melampaui dari harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp14.500 per kilogram.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Tertinggi Sepanjang Sejarah, Harga Gula Tembus Rp17.000 per Kg
Tertinggi Sepanjang Sejarah, Harga Gula Tembus Rp17.000 per Kg (Merdeka.com)

Atas kenaikan harga gula pasir tersebut pemerintah diminta segera turun tangan untuk mengecek pasokan gula dalam negeri.

Tertinggi Sepanjang Sejarah, Harga Gula Tembus Rp17.000 per Kg

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) melaporkan harga gula pasir terus mengalami kenaikan di pasaran. Bahkan, harga jual gula saat ini telah menembus Rp17.000 per kilogram (Kg).

"Tercatat untuk gula itu Rp16.000 sampai Rp17.000 per kilo untuk gula pasir," kata Sekretaris Jenderal Ikappi Reynaldi Sarijowan saat dihubungi Merdeka.com di Jakarta, Senin (13/11).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Reynaldi mencatat, saat ini kenaikan harga komoditas gula pasir menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Kenaikan harga gula ini jauh melampaui dari harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp14.500 per kilogram maupun harga acuan pembelian (HAP) Rp 13.500 per kilogram.

"Ya (kenaikan) ini bukan dalam 3 tahun terakhir saja, tapi memang harga gula tertinggi dalam sejarah," ujarnya.

"Ya (kenaikan) ini bukan dalam 3 tahun terakhir saja, tapi memang harga gula tertinggi dalam sejarah," ujarnya.<br>
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Atas kenaikan harga gula pasir tersebut pemerintah diminta segera turun tangan untuk mengecek pasokan gula dalam negeri. Mengingat, lonjakan harga makanan manis tersebut amat membebani masyarakat selaku konsumen.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sebelumnya, Ketua Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPPMI) Adhi S. Lukman mengungkapkan dampak buruk dari El Nino bakal mempengaruhi produktivitas lahan tebu yang menjadi bahan baku dari gula.

Menurut Adhi, El Nino pengaruhnya besar sekali terhadap produktivitas tebu yang memiliki masa tanam hingga 10 bulan penanamannya, sehingga hal itu yang harus diantisipasi.

"Oleh sebab itu industri makanan dan minuman akan mencari alternatif untuk mencari stok gula," katanya dikutip dari Antara, Selasa (25/7)

merdeka.com

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sementara itu, pengamat pertanian Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori menjelaskan bahwa perlu dilakukan langkah antisipatif untuk memastikan stok gula dapat tercukupi. Salah satunya dengan melakukan impor gula mentah.

"Kalau stok hanya sampai pertengahan atau akhir September, mesti segera dilakukan impor gula mentah," katanya

"Kalau stok hanya sampai pertengahan atau akhir September, mesti segera dilakukan impor gula mentah," katanya
Dok. Istimewa
Rekomendasi