Purbaya Singgung Setneg soal Anggaran 1.098 Sapi Kurban Presiden Prabowo Lewat Banpres

Menkeu Purbaya buka suara soal 1.098 sapi kurban yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto, yang diklaim menggunakan anggaran APBN sebesar Rp 100 miliar.

Maulandy Rizky Bayu Kencana
Purbaya Singgung Setneg soal Anggaran 1.098 Sapi Kurban Presiden Prabowo Lewat Banpres
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantornya, Jumat (27/3/2026). Purbaya memastikan ekonomi Indonesia masih baik. (Liputan6.com/Gagas) (© 2026 Liputan6.com)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal sapi kurban sebanyak 1.098 ekor oleh Presiden Prabowo Subianto yang menggunakan anggaran negara. Nilainya mencapai Rp100 miliar.

Purbaya mengaku belum mendapatkan informasi rinci mengenai penggunaan anggaran untuk sapi kurban tersebut. Oleh karena itu, ia menyarankan agar pertanyaan tersebut diajukan langsung kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg).

"Saya enggak tau masalah itu, tanya Mensesneg. Tapi rasanya sih uang mereka sendiri," ungkap Purbaya saat ditemui di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, seperti yang dilansir pada Kamis (28/5).

Sebelumnya, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro menjelaskan bahwa penggunaan anggaran negara untuk bantuan sapi kurban bukanlah hal yang baru, karena sudah menjadi program rutin pemerintah setiap tahunnya. Bantuan tersebut ditujukan untuk masyarakat agar dapat merayakan Iduladha dan menikmati daging kurban.

"Maksud sapi kurban dari Presiden adalah bantuan pemerintah kepada masyarakat. Tujuannya agar warga yang membutuhkan dapat merayakan Idul Adha dengan menyembelih hewan kurban bersama," jelas Juri dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, penyaluran sapi kurban merupakan bagian dari program bantuan sosial pemerintah kepada masyarakat di berbagai daerah, sehingga penggunaan anggaran negara dianggap wajar dan telah dilakukan pada pemerintahan sebelumnya.

Dalam perayaan Iduladha 1447 Hijriah, Menteri Keuangan Purbaya berpartisipasi dengan menyerahkan dua ekor sapi kurban. Salah satu sapi tersebut diserahkan untuk dipotong di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Jakarta, pada hari Rabu (27/5). Purbaya juga menjelaskan bahwa sapi kurban yang disediakan di DJP merupakan jenis sapi yang berasal dari Swiss. Meskipun demikian, Sang Bendahara Negara tidak mengungkapkan jumlah dana yang dikeluarkannya untuk memperoleh sapi tersebut.

“Sapinya (beratnya) 890 kiloan kira-kira, jenisnya sapi simmental, jenis sapi potong,” kata Purbaya.

Selain di DJP, Purbaya juga memberikan satu sapi kurban lainnya di dekat rumahnya yang terletak di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan. "Kayaknya (berat sapinya) lebih gede daripada ini," ungkapnya.

Dalam pelaksanaan kurban tersebut, ia menegaskan bahwa dana untuk membeli hewan kurban berasal dari uang pribadinya, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Purbaya menjelaskan bahwa ia batal melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci tahun ini, sehingga ia bisa menyisihkan dana lebih untuk membeli dua hewan kurban yang berukuran besar. "Pakai dana pribadi lah, yang rumah juga dana pribadi," tegas Purbaya.

Ia juga mengungkapkan perasaannya terkait pembatalan ibadah haji. "Terus kan enggak jadi haji. (Sedih enggak jadi haji?) Ya sedih, tapi emang bukan rejeki. Santai aja lah. Mungkin tahun depan bisa," bebernya.

Rekomendasi